Trending

Dipolisikan Banser, Gus Nur: Itu nikmat, mubahalah sejuta Alquran saya berani

Penceramah agama Sugi Nur Raharja atau Gus Nur menyatakan siap menghadapi proses hukum dugaan penghinaan nama Nahdlatul Ulama. Gus Nur dipolisikan gara-gara ucapannya NU seperti bis sopirnya mabuk penumpangnya PKI dan liberal. Gus Nur nantang mubahalah sejuta Alquran pun berani.

Gus Nur menyatakan siap mempertanggungjawabkan apa yang ia ucapkan dalam kanal YouTube Refly Harun. Gus Nur mengatakan bukan hanya dia saja yang ngomong soal NU sopirnya mabuk, kok cuma dia yang dilaporkan ke polisi oleh Banser dan anak muda NU.

Baca juga: Rocky Gerung: Habib Rizieq lebih ngerti Pancasila ketimbang Jokowi

Dipolisikan Banser itu nikmat

Gus Nur
Sugi Nur Raharja atau Gus Nur. Foto Instagram @gusnur13official

Dalam kanal YouTubenya, Gus Nur mengklarifikasi serta menanggapi pelaporan Banser ke polisi. Penceramah agama itu tak gentar dan tak takut, sebab baginya ini bukan barang baru.

Gus Nur sudah berkali-kali dipolisikan Banser sampai pelapornya, Ayub Junaedi menyindir nggak kapok-kapok.

“Nggak masalah saya anggap ini takdir, ada hikmah dari Allah. Dan saya juga nggak sekali dua kali yang seperti ini (dipolisikan). Itu nikmat kita nikmati nggak masalah,” ujar Gus Nur di kanal YouTubenya dikutip Kamis 22 Oktober 2020.

Gus Nur mubahalah sejuta Alquran

Banser NU. Foto: Suara.
Banser NU. Foto: Suara.

Gus Nur membela diri dilabeli sebagai orang yang nggak kapok-kapok dipolisikan.

Untuk informasi, catatan sepanjang ini Gus Nur sudah dua kali dipolisikan gara-gara sebuah ucapan di media sosial dan YouTube. Dua kasusnya yaitu di Surabaya, Jawa Timur dan di Palu, Sulawesi Tengah.

Untuk kasus di Surabaya, Gus Nur sudah menjalani vonis penjara 1,5 tahun.

Nah Gus Nur tak terima disebut tak kapok-kapok. Sebaliknya penceramah ini malah balik menuding Banser lah yang kapok-kapok memolisikannya. Gus Nur merasa Banser telah menzalimi kehidupannya.

“Kasus di Surabaya dan Palu itu saya nggak salah. Mubahalah satu juta Alquran saya berani. Saya pikir Banser yang nggak kapok-kapok laporkan saya. Lho saya ulang, di Surabaya dan Palu, demi Allah bukan saya yang salah,” ujarnya.

Mubahalah adalah saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah SWT dijatuhkan atas orang yang zalim atau berbohong di antara mereka yang berselisih.

Lalu dia menceritakan kasusnya di Surabaya. Awal mula kasusnya yakni ada sebuha akun media sosial Generasi Muda NU menuliskan daftar 20 ustaz radikal dan wahabi. Dalam daftar tersebut adan nama Gus Nur, selain itu ada Tengku Zulkarnain, Ustaz Adi Hidayat dan lainnya.

Merasa difitnah oleh akun itu, Gus Nur mengklarifikasinya lewat postingan video.

“Saya labrak lewat video. Tiba-tiba dilaporkan sama pengurus NU, yang laporkan bukan akun itu. Padahal marahnya saya ke akun, pengurus NU nggak kenal dengan akun itu di pengadilan. Jadilah saya 3 bulan sidang,” katanya.

Saking yakin tak bersalah, dalam persidangan di Surabaya, penceramah asal Jawa Timur itu sampai menantang hakim, agar Gus Nur bisa mubahalah, namun kesempatan tak diberikan.

“Saya mau mubahalah sama hakimnya nggak boleh,” kata dia.

Gus Nur merasa tidak salah dan difitnah dengan kasus tersebut.

Makanya atas laporan Banser kali ini, Gus Nur siap menghadapinya lagi.

“Kamu (Banser) yang zalimi saya, bilang nggak kapok-kapok. Makanya ukurannya itu Allah lah, terserah kamu merasa bener, karena kamu NU. Banser Ansor nggak pernah salah ahli surga lah, itung-itungannya nanti di akhirat lah.” ujarnya.

NU sopirnya mabuk

Sugi Nur Raharja atau Gus Nur
Sugi Nur Raharja atau Gus Nur. Foto Instagram @produkgn13

Soal komentar NU sopirnya mabuk, Gus Nur mengungkapkan bukan cuma dia saja yang menyampaikannya.

Gus Nur menyebutkan Habib taufiq dan pondok pesantren di Situbondo pernah kok menyampaikan hal serupa.

Dia mengatakan dulu-dulu juga pernah menyampaikan Nu sopirnya mabuk. Namun demikian, dia tetap merasa tak salah ngomong begitu.

“Ya sudahlah pantang hukumnya saya mundur, saya lari dari hukum dunia ini. Camkan itu, ini nggak ada urusannya sok bener sok suci,” ujarnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close