Trending

Gus Nur nyesal soal jangan ngomong politik, rasanya jijik

Sehari sebelum ditangkap Bareskrim Polri, penceramah Sugi Nur Raharja atau Gus Nur mengunggah konten di kanal YouTubenya Munjiat Channel. Dalam edisi konten 22 Oktober 2020, Gus Nur mengulas soal maraknya ajakan jangan ngomong politik.

Ajakan ini, bagi Anda juga, rasanya sudah jamak. Di berbagai grup media sosial, ada saja anggota grup yang mengingatkan agar jangan ngomong politik.

Baca juga: Viral perwira TNI jualan tahu pinggir jalan, ngapain malu halal kan

Nah Gus Nur mengkritik sikap yang mengajak jangan ngomong politik. Sikap antipolitik ini justru menjadi salah satu penyebab kemunduran bangsa.

Dalam konten edisi tersebut, Gus Nur pun curhat cara pandangnya pada politik yang kini berubah.

Dulu buta dan malas politik

Pendakwah Gus Nur. Foto: Instagram @gusnur13official
Pendakwah Gus Nur. Foto: Instagram @gusnur13official

Gus Nur mengungkapkan dulu dia menang buta malas dan antipati pada politik. Namun Sugi Nur kini menyesal kenapa dulu bersikap demikian, nggak mau ngomong politik. Sebab konsekuensinya sangat serius.

“Dulu saya buta politik, malas politik. Nggak mau ngomong politik. Apa hasilnya? Negeriku hancur dirampok dijarah, ibu pertiwi diperkosa habis-habisan seperti itu,” ujar Gus Nur kritik ajakan jangan ngomong politik.

Belajar dari pengalamannya tersebut, Gus Nur kini berbalik, jadi serasa wajib ngomong politik, agar nasib Indonesia tak makin suram.

Gus Nur pun menyumpahi mereka siapapun yang berprinsip emoh politik.

“Kalau antipolitik, silakan nikmati hidup, kalau nggak jadi korban anakmu, dibohongi sama penguasa dijarah martabatnya. Dibunuh hidup dan masa depanmu oleh penguasa, itu kalau kamu buta politik. Jangan ngomong politik kasihan deh lu,” katanya.

Gus Nur mengatakan sekarang dia berbalik risih dengan sikapnya dahulu, emoh politik.

“Dulu saya di posisi itu sekarang jijik melihat manusia kerdil, manusia melempem, tempe otaknya tahu otaknya,” jelasnya.

Dakwah Islam dilarang ngomong politik

Gus Nur
Sugi Nur Raharja atau Gus Nur. Foto Instagram @gusnur13official

Sikap jangan ngomong politik itu, ujar Gus Nur, terjadi juga pada dakwah Islam. Ada beberapa penceramah Islam yang emoh singgung politik, dan lebih pilih mengambil topik-topik dakwah di luar politik.

Kondisi ini, kata Sugi Nur, berkontribusi membuat sebagian umat Islam di Indonesia emoh ngomong politik.

“Karena muslim dilarang dakwah politik, karena muslim otaknya dicuci untuk benci politik, antipati politik makan itu liberal sekuler, Kpop, nusantara, ih nggak mau politik. Kenapa Islam dilarang ngomong politik, oleh konspirasi global kapitalisme global?” ujarnya.

Makanya, ujar pendakwah asal Jawa Timur itu, saat ini muncul fenomena dai atau penceramah agama yang penting lucu, tapi nggak usah ngomong politik. Penceramah atau dai yang seperti ini biasanya viral, laku ceramah di mana-mana. Gus Nur meyakini model penceramah Islam yang nggak nyentil politik bakal disokong.

Nah di saat dakwah Islam jangan ngomong politik, kekuatan di luar Islam justru berkonsolidasi dan berpolitik.

“Semua musuh Allah itu berpolitik, semua musuh Allah itu menjalin persaudaraan di antara mereka, melupakan perbedaan di antara mereka.
Semua musuh Allah mengatur rencana jahat agar buka politik,” tuturnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close