Trending

Gus Sholah 100% Indonesia 100% Islam

Hops.id – Indonesia berduka dengan meninggalnya tokoh Islam, KH.Salahuddin Wahid atau Gus Sholah pada Minggu 2 Februari pukul 20.55 di RS Harapan Kita Jakarta. Gus Sholah meninggalkan kenangan dan teladan dalam kebangsaan, misalnya bagaimana menyikapi gagasan mengislamkan Indonesia atau mengindonesiakan Islam.

Adik Gus Dur dan cucu pendiri Nahdlatul Ulama meninggalkan beberapa pesan dan tauladan tidak hanya bagi umat Islam saja tapi bagi bangsa Indonesia. Gus Sholah mengutip slogan dari Mgr Soegijapranoto yaitu 100 persen Katolik 100 persen Indonesia, maka baginya 100 persen Indonesia 100 persen Islam.

Dalam haul Gusdur ke-10 pada akhir Desember 2019, Gus Sholah menyampaikan pesan penting yang jarang diperhatikan oleh masyarakat.

Dia mengatakan spirit bangunan Indonesia dibangun dengan semangat kebangsaan dan keagamaan, dalam konteks ini Gus Sholah menuturkan pentinnya kesatua antara Islam dan Indonesia.

“Kalau ingin Indonesia bertahan sampai kapan pun, maka antara Islam dan Indonesia tidak boleh tabrakan. Jadi kita telah berhasil memadukan Keislaman dan Keindonesiaan,” ujar kyai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang kala itu dikutip dari channel YouTube TV9.

Menurutnya, identitas keindonesiaan dan keagamaan harus dijaga dan berjalan seiring oleh semua elemen bangsa.

Mantan Wakil Ketua Komnas HAM itu mengatakan, belakangan ini muncul hal yang jarang dipikirkan orang umum yakni pernyataan misalnya tidak perlunya mengislamkan Indonesia tapi mengindonesiakan Islam. Atas pertanyaan atau pernyataan ini, Gus Sholah berpandangan tak perlu dipersoalkan.

“Lho kan yang pertama mengislamkan Indonesia kan, waktu itu namanya masih Nusantara. Itu sudah kita jalankan kan. Dan juga terjadi proses mengindonesiakan Islam. Ya undang-undang yang kita punya jelas ada perpaduan antara Islam dan Indonesia,” ujar Gus Sholah.

Menurutnya, capaian perpaduan Islam dan Indonesia itu merupakn hal yang luar biasa, patut diapresiasi.

“Kita tak perlu lagi berdebat, apakah mengindonesiakan Islam atau mengislamkan Indonesia. Proses itu terjadi bersama-sama,” kata dia.

Selain itu, kata dia, keselarasan antara Islam dan Indonesia membuat orang tak perlu lagi debat mengatakan ‘saya orang Indonesia yang beragama Islam’ bukan ‘saya orang Islam yang berbangsa Indonesia’.

#AwasHoaxVirusCorona ramai di media sosial

Keteladanan untuk memadukan Indonesia dan Islam sudah dicontohkan oleh pada pendiri bangsa, salah satunya oleh KH. Wahid Hasyim yang merupakan ayah dari Gus Sholah.

Ipang Wahid sungkem kepada ayahna, Gus Sholah. Instagam ipangwahid

KH. Wahid Hasyim turut terlibat dalam penyusunan dasar negara dan pembukaan dasar UUD 1945 yang tergabung dalam Panita Sembilan.

Dia bersyukur warisan dari nilai perpaduan Islam dan Indonesia tersebut dilanjutkan oleh alumni Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Achmad Siddiq pad 1984 yang menyusun dokumen tentang hubungan Islam dan Pancasila.

“Berkat itulah NU menerima Pancasila dan akhirnya diikuti oleh parpol dan organisasi Islam lainnya. Dan kemudian diteruskan oleh Gusdur dan kita semuanya. Ini warisan yang perlu kita jaga. Tak perlu lagi kita mempertentangkan Islam dan Indonesia, sebab itu sudah padu,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close