News

Pantas nggak Habib Bahar ditangkap lagi, coba cermati isi ceramahnya

Penceramah agama Habib Bahar ditangkap lagi oleh kepolisian pada Selasa dini hari 19 Mei 2020. Padahal Habib Bahar bin Smith baru bebas 4 hari lalu setelah menjalani setengah masa pidananya dalam kasus penganiayaan pada anak kecil. Habib Bahar bebas melalui program asimilasi.

Kabar yang berkembang, Habib Bahar kembali ditangkap kepolisian, karena melanggar salah satu syarat program asimiliasi yang diberikan pemerintah kepada seluruh napi. Menurut kuasa hukum Habib Bahar, Kementerian Hukum dan HAM menarik lagi pendakwah itu ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat setelah ceramah yang menyinggung penguasa pada Minggu malam 15 Mei 2020.

Baca juga: Dijemput 30 mobil polisi, pengacara benarkan Habib Bahar ditangkap

Pada hari tersebut, usai salat Tarawih, Habib Bahar menyampaikan ceramah.

Dalam video ceramah yang beredar, Habib Bahar menegaskan tidak akan gentar dalam melawan kemungkaran dan siap terus bersuara untuk membela rakyat yang dizalimi. Dia menyampaikan tidak ada yang bisa membungkam mulutnya dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang merugikan dan menyengsarakan rakyat.

Dalam video ceramah yang beredar, Habib Bahar pertama mengawali dengan menyinggung soal virus Corona atau Covid-19 merupakan mahluk Allah. Menurutnya, terlepas dari siapa pun pembuat virus tersebut, sejatinya virus itu muncul dengan campur tangan mahluk Allah, entah manusia atau mahluk lainnya.

“Sehingga yang memiliki kekuasaan penuh atas virus tersebut sesungguhnya adalah Allah SWT. Makka satu-satunya jalan untuk menyelamatkkan diri adalah kembali kepada Allah, taat dan tunduk kepada Allah,” kata dia.

Habib Bahar saat mendapatkan kebebasan atas hukumannya Foto: Antara via Suara
Habib Bahar saat mendapatkan kebebasan atas hukumannya Foto: Antara via Suara

Habib Bahar mengatakan ada penyakit yang lebih berbahaya dari Corona yaitu penyakit hati, hati yang lebih takut dengan Corona dibanding lebih takut dari Allah. Namun demikian dia mengajak kepada jemaah yang hadir untuk tetap berikhtiar dalam menghadapi virus Corona yaitu mengenakan masker dan sesering mungkin berwudu dan membersihkan diri.

Kemudian ceramahnya mulai meninggi dengan mempertanyakan kondisi kontras pada masa Covid-19, yang mana tempat ibadah khususnya masjid ditutup, sepi dari aktivitas sedangkan lokasi umum seperti pusat perbelanjaan tetap dibuka.

“Ikhtiyar tetap dilakukan, tapi jangan lebay sampai masjid-masjid ditutup, Carrefour tetap buka. Mal-mal milik orang asing, tempat jual sembako milik orang asing dibukka. Sedangkan masjid ditutup, apa yang mau terjadi?” kata dia disambut dengan teriakan dari jemaah.

Habib Bahar melanjutkkan ceramahnya makin keras, dengan menyinggung datangnya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia saat mada pandemi. Menurutnya itu sangat kontras, saat semua orang di Indonesia diminta berdiam dan beraktivitas diri di rumah, kok malah pemerintah menerima datangnya TKA dari China.

“Ada apa ini, TKA dari China mereka giring sebanyak-banyaknya. Kalian mau bikin susah rakyat, kalian bikin rakyat kelaparan, kkalian menyengsarakan rakyat,” ujar Habib Bahar dengan kencang disambut takbir jemaah.

Selanjutnya, Habib Bahar menyindir kelakuan pejabat dan pemerintah sekarang yang beda banget dengan integritas dari para pahlawan bangsa. Pahlawan berjuang demi bangsa, sedangkan pejabat dan pemerintah kebalikannya, bukan berjuang demi rakyat tapi demi kepentingan kelompok sendiri.

“Oleh karena itu saya tanya, lawan atau biarkan!! lawan atau biarkan!! lawan atau biarkan!!” teriak pendakwah tersebut.

Habib Bahar ditangkap kembali Foto:Antara/Agung Rajasa
Habib Bahar ditangkap kembali Foto:Antara/Agung Rajasa

Habib Bahar pun menyingging siap dipenjara lagi atas resiko membela rakyat susah dan menyampaikan kebenaran. Jangankan dipenjara lagi, risiko dibunuh pun dia tak gentar.

“Andaikan saya dibunuh, mayat saya sampai di sini, anak istri saya akan tersenyum menyambut saya. Kenapa? Saya bukan penjahat, bukan koruptor, bukan penjahat narkoba, saya bukan maling. Saya membela agama Allah, saya bela ajaran dakwah Rasulullah, dan malam ini saya bicara dan jikalau apa yang saya bicarakan ini menjadi masalah, perkara saya ridha ikkhlas, besok dipenjara, bukan masalah bagi saya,” kata dia.

Dalam ceramah tersebut, Habib Bahar mengajak kepada jemaah dan muslim di Indonesia untuk menaati anjuran dan ketentuan pemerintah sepanjang aturannya sesuai senyawa dengan ketentuan agama. Habib bahar tak lupa mengajak jemaah untuk ikut apa yang dikatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Nah menurut kalian, pantas nggak Habib Bahar ditangkap lagi gara-gara isi ceramah tersebut? Berikan komentarmu ya

Topik

4 Komentar

  1. 1.Sesuai dgn instruksi pemerintah Indonesia dan WHO, dimana masyarakat harus melakukan PSBB demi memperlambat penyebaran Covid-19 maka pak Habib B wajar ditangkap sebab sudah ditegur sebelumnya agar melakukan PSBB
    2.Memang Pemerintah juga wajar disalahkan terkait pemasukan TKA terutama dari China yang mana sudah jelas kita ketahui bhw sumber bencana Covid-19 adalah berasal dari negara tsb.
    Ini Artinya masyarakat disuruh menghindari peluru yang terus menghantam akan tetapi pemerintah juga membantu melakukan penembakan.

  2. Pantas lah kalau di tangkap lagi
    Biar indonesia dengan budaya indonesianya
    Jangan memaksakan meng arabkan indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close