Trending

Darurat! akhirnya Habib Rizieq ungkap perjanjian dengan BIN, isinya…

Habib Rizieq akhirnya mengungkapkan isi perjanjiannya dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Dalam pledoi kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur Habib Rizieq mengatakan beberapa tahun lalu punya perjanjian dan kesepakatan dengan BIN yang disaksikan oleh Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan lho.

Secara garis besar, isi perjanjian Habib Rizieq dengan BIN adalah soal damai antara pihak Habib Rizieq dengan kubu rezim pemerintahan Jokowi.

Saat darurat, Habib Rizieq buka perjanjian BIN

Habib Rizeq
Habib Rizieq ditahan polisi. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras

Ikhwal perjanjian itu sudah pernah Habib Rizieq sampaikan setelah pulang ke Indonesia pada November tahun lalu, setelah mukim 3,5 tahun di Arab Saudi.

Kala itu, dikutip dari Front TV, Habib Rizieq menceritakan di Arab Saudi sana dia dikejar-kejar oleh intel Kerajaan Arab Saudi lho.

Menurut pengakuan tokoh FPI itu, intel Saudi mendapat informasi bohong dari intel Indonesia. Intel Arab Saudi akhirnya mencecar Habib Rizieq benar tidak dia itu buronan dan tersangkut hukum di Indonesia.

Kala itu, Habib Rizieq membuktikan dokumen SP3 kasus-kasunya di Indonesia untuk meyakinkan intel Arab Saudi.

Nah dalam ceritanya pada November tahun lalu itu, Habib Rizieq enggan mendetailkan apa isi perjanjian dengan BIN. Habib Rizieq berdalih akan mengungkap isi perjanjian tersebut saat kondisi darurat.

“Akhirnya saya kasih bukti, kalau saya punya dokumen perjanjian dengan BIN, saya terjemahkan ke dalam bahasa Arab. Ini dokumen resmi, dokumen yang belum saya buka ke masyarakat. Buat apa dibuka, baru akan saya buka kecuali darurat,” kata Habib Rizieq November tahun lalu dikutip Hops.

Isi perjanjian dengan BIN

Badan Intelijen Negara
Logo Badan Intelijen Negara Foto: Antara

Nah dalam pledoi di PN Jakarta Timur pada Kamis 10 Juni 2021, Habib Rizieq mengungkapkan isi perjanjiannya tersebut.

Isinya yaitu ‘Stop semua kasus hukum saya dkk’ sehingga tidak ada lagi Fitnah Kriminalisasi, dan sepakat mengedepankan dialog dari pada Pengerahan Massa, serta siap mendukung semua kebijakan Pemerintahan Jokowi selama tidak bertentangan dengan Ajaran Agama Islam dan Konstitusi Negara Indonesia,” kata Habib Rizieq dikutip dari Detikcom.

Perjanjian itu terjadi pada Juni 2017, atau empat tahun lalu di sebuah hotel bintang lima di Jeddah Arab Saudi lho.

Dalam pertemuan itu, Habib Rizieq bertemu dengan Kepala BIN Budi Gunawan. Surat perjanjian itu ditandatangani oleh Habib Rizieq dan Komandan Operasional BIN kala itu, Mayjend Agus Soeharto. Sedangkan Jenderal Budi Gunawan menjadi saksi penandatanganan dokumen perjanjian itu.

Menurut Habib Rizieq, surat perjanjian itu dibawa ke Jakarta dan ditunjukkan serta ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Pusat kala itu Ma’ruf Amin.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close