Trending

Baru juga divonis, Habib Rizieq terancam terseret kasus lagi! perkara ini hati-hati nyawa soalnya

Habib Rizieq telah divonis pada tiga kasus yakni kerumunan di Petamburan, Megamendung dan tes swab RS UMMI Bogor. Setelah tiga kasus itu divonis, Habib Rizieq terancam terseret kasus lagi lho. Maksudnya Habib Rizieq terancam terseret dalam kasus lain. Serius beneran?

Jadi yang ngomong begitu adalah pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro lho. Penasehat hukum itu mengatakan Habib Rizieq bisa saja terseret dalam pengembangan kasus Munarman.

Awas Habib Rizieq terseret kasus hukum lagi

Habib Rizieq Shihab dan Munarman. Foto: Istimewa
Habib Rizieq Shihab dan Munarman. Foto: Istimewa

Perkiraan Habib Rizieq terseret dalam kasus baru yaitu perkara Munarman ini mengemuka dalam perbincangan Sugito dengan Hersubeno Arief di kanal YouTube Hersubeno Point. Jadi Hersubeno menanyakan apakah kasus Munarman bisa menyeret si Imam Besar ini.

Sugito tak membantah ada potensi Imam Besar FPI itu bakal dipolisikan lagi dala kasus Munarman, yang merupakan mantan Sekretaris Umum FPI.

“Bisa saja terjadi. Saya kira perkara Munarman ini ke Habib Rizieq. Soalnya ini ada kaitannya dengan kasus 6 laskar FPI,” kata Sugito dikutip Jumat 25 Juni 2021.

Sugito menganalisis Habib Rizieq dan Munarman ditersangkakan ini tidak lain dan tidak bukan supaya menjegal penuntasan kasus pembunuhan di luar pengadilan (unlawfull killing) pada 6 laskar pengawal Habib Rizieq pada Desember tahun lalu.

LIhat saja, ujar Sugito, Habib Rizieq diseret dalam masalah hukum Petamburan dan Megamendung plus tes swab setelah kejadian pembantaian 6 laskar tersebut.

“Jadi kalau dilihat Habib Rizieq ditahan jadi terdakwa dan Munarman juga tersangka ini merupakan upaya memecah konsentrasi terhadap kasus KM 50. Kan jadi kesulitan, karena tokohnya masuk tahanan,” jelas Sugito.

Selain soal hilangnya penuntasan KM 50, Sugito dan tim penasehat hukum Habib Rizieq, khawatir skema pembenaran pembantaian 6 laskar FPI dengan narasi FPI organisasi terlarang.

“Jadi ini seperti ada pengondisian, FPI dilarang Ketua Umumnya ditahan, terus (dinarasikan) ada kaitannya dengan terorisme. Kalau dikaitkan seakan pembunuhan pada 6 laskar itu kan benar (sebab label FPI organiasi teroris)” tuturnya.

Skema ini sudah diantisipasi dan dibaca oleh para pendekar hukum. Sugito mengaku para pegiat hukum sudah mengingatkan tim Habib Rizieq agar seksama dan cermat dalam mengambil langkah hukum. Pakar hukum juga mengingatkan soal potensi lenyapnya pengusutan kasus KM 50.

“Ini harus hati-hati, sebab ini menyangkut nyawa, kami diingatkan oleh beberapa pegiat hukum,” kata Sugito.

Dia menyari perjuangan lewat jalur hukum ini bakalan panjang tapi tim hukum Habib Rizieq meyakini nantinya perjuangan mendapatkan keadilan akan tercapai, entah kapan dan bagaimana caranya.

“Kita tak boleh dibiarkan, walau kita akui ini berat, kita yakin segera ada jalan keluarnya,” kata dia.

Kasus Munarman

Munarman. Foto: YouTube
Munarman. Foto: YouTube

Munarman ditangkap Densus 88 pada Selasa 27 April 2021 sekitar jam 15:30 di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan.

Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Munarman ditangkap berkaitan dengan tiga baiat. Salah satunya Munarman diduga mengikuti baiat. Untuk informasi baiat merupakan sumpah pengangkatan atau pelantikan seorang pemimpin.

“(Munarman ditangkap) terkait kasus baiat di UIN Jakarta dan baiat di Makassar serta mengikuti baiat di Medan,” jelas Kombes Ramadhan dalam siaran Kompas TV.

Usai penangkapan terhadap Munarman, Tim Densus 88 juga melakukan penggeledahan di bekas kantor FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

Dalam penggeledahan tersebut, tim menemukan bahan baku peledak TATP atau triacetone triperoxide, aseton dan nitrat.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close