News

Habib Umar Assegaf vs aparat, Gus Nur: Rakyat muak wereng coklat

Insiden cekcok dan adu fisik Habib Umar Assegaf vs aparat di Tol Surabaya pada Rabu 20 Mei 2020 menjadi perhatian nasional. Pro kontra masyarakat merespons dugaan pelanggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Habib Umar Assegaf.

Penceramah Sugi Nur Raharja atau Gus Nur merespons duel Habib Umar dengan aparat Satpol PP di Exit Tol Surabaya tersebut. Menurutnya aparat kurang ajar memperlakukan seorang ulama dengan kasar.

Baca juga: Warganya menang lelang motor Jokowi, Ketua RT syok: Dia buruh beranak empat

Dalam responsnya di akun YouTube, Munjiat Channel, Gus Nur membela Habib Umar Assegaf. Menurutnya insiden itu tak perlu terjadi kalau aparat berkomunikasi dengan baik-baik kepada Habib Umar.

“Semua tergantung komunikasi dari awal. Kalau saya jadi aparatnya enggak ada video seperti ini, enggak ada pelecehan ulama seperti ini. Ini hanya urusan komunikasi kecil, ini hanya urusan ahlak, toh dia bukan koruptor,” ujar Gus Nur heran dengan perlakuan aparat tersebut dikutip Jumat 21 Mei 2020.

Aksi duel Habib Umar dan anggota Satpol PP. Foto: Net.
Aksi duel Habib Umar dan anggota Satpol PP. Foto: Net.

Menurutnya, aparat bisa mengedepankan komunikasi persuasif untuk menegur Habib Umar Assegaf, sehingga tidak terjadi adu fisik yang viral tersebut. Gus Nur yakin jika aparat menegur dengan persuasif, Habib Umar bakal tak reaktif seperti dalam video.

“Enggak harus seperti ini, ditegur baik-baik lah. Kalau saya maklumi jadi aparatnya, saya bilang Assalamulaikum uztad, habib, besok jangan lagi lewat seperti ini ya habib. Salam takdzim,” kata Gus Nur mencontohkan komunikas yang persuasif.

Gus Nur mengaku belum lama ini pernah terjaring operasi PSBB dalam sebuah perjalanan. Namun lantaran teguran aparat persuasif, Gus Nur pun mengaku salah dan mengikuti anjuran aparat.

“Saya pernah seperti ini (terjaring operasi PSBB) dan baik komunikasinya. Hanya gara-gara lupa pakai masker saya disuruh puter balik. Saya minta maaf baik-baik, minta maaf, dan aparat juga menyampaikan hati-hati besok nggak lagi ya,” kata penceramah tersebut.

Habib Umar Abdullah Assegaf
Habib Umar Abdullah Assegaf Photo: istimewa

Gus Nur menyoroti viralnya video tersebut. Dia menduga aparat bermaksud mencapat simpati dan dukungan dari publik dengan merekam pelanggaran Habib tersebut, namun malah sekalinya. Gus Nur yakin simpati justru tertuju pada Habib Umar.

“Kalau begitu Anda yakin dapat simpati dari rakyat? Malah rakyat muak. Ini oknum-oknum polisi aparat. Makanya sampai dijuluki wareng coklat,” ujarnya.

Soal dalih pelanggaran yang dilakukan Habib Umar, Gus Nur meminta aparat tegas dan diskriminasi penegakan hukum pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Salahi aturan apa, aturan apa? Buktinya mal kamu biarkan, konser dibiarkan, bandara dibiarkan. Ratusan tenaga kerja China masuk dalam masa pandemi dibiarkan, padahal itu begitu memicu emosi rakyat, kesenjangan sosial rakyat. Aturan apa? Iya kan jadi ini hanyalah masalah komunikasi,” tuturnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close