Fit

Hadapi resesi, setiap keluarga harus punya uang segini biar bisa bertahan

Pandemi virus corona membuat ekonomi banyak negara mengalami kesulitan. Bahkan beberapa di antaranya mengalami resesi dan berupaya terus bertahan dari kondisi tersebut.

Kondisi serupa juga disebut-sebut bisa saja menimpa Indonesia. Mengapa demikian? Hal ini karena pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II mengalami kontraksi atau minus 5,32 persen.

Baca juga: Jangan takut di-PHK, hadapi dengan 6 cara bijak

Kini, Indonesia disebut tengah berada di ambang resesi seperti Jerman, Korea Selatan, Singapura dan beberapa negara lainnya.

Agar bisa bertahan dalam resesi, kini setiap orang perlu bersiap-siap. Langkah awal adalah dengan menyiapkan perencanaan keuangan yang tepat.

Perencana keunagan Zelts Consulting, Ahmad Gozali mengatakan, masyarakat bisa mulai menyiapkan dana cadangan agar bisa bertahan dari efek resesi.

Ilustrasi uang. Foto: Pixabay
Ilustrasi uang. Foto: Pixabay

Besaran dana cadangan yang disiapkan, menurut Ahmad Gozali, jumlahnya bisa 3 sampai 12 kali pengeluaran bulanan.

Misal, pengeluaran bulanan suatu keluarga sebesar Rp5 juta dikali 12 bulan, maka setiap keluarga minimal harus punya dana cadangan sebesar Rp60 juta untuk bisa bertahan hidup sampai 1 tahun kemudian.

Tujuannya tentu sebagai langkah antisipasi apabila terjadi badai PHK atau pemotongan gaji mendadak.

“Dana likuid ini untuk cadangan pengeluaran jika terjadi masalah dengan penghasilan. Saya sarankan agar tiap keluarga punya dana cadangan 3 sampai 12 kali pengeluaran bulanan,” kata Ahmad melansir law-justice.co pada 10 Agustus 2020.

“Sebab, lapangan kerja akan semakin sulit mengingat aktivitas ekonomi menurun,” imbuh Ahmad.

Ilustrasi Emas
Ilustrasi Emas Photo: Pixabay

Dana cadangan tersebut, menurut Ahmad, dapat disimpan berupa cash, tabungan, deposito ataupun emas.

Jika belum memiliki dana cadangan sebesar 12 bulan pengeluaran, maka menyisihkan 10-20 persen gaji ke dalam dana cadangan adalah salah satu cara lain yang dapat dilakukan.

“Dana cadangan bentuknya cash, tabungan, deposito, emas. Jika saldonya sudah dalam batas aman 3-12 bulan pengeluaran, berarti sudah aman, tidak perlu ditambah,” jelas Ahmad.

“Jika kurang dari itu, maka dengan setoran dari penghasilan (bisa 10 persen sampai 20 persen) atau mengubah dari aset investasi ke dalam bentuk yang likuid tadi,” pungkasnya. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close