Trending

Hadi Pranoto: Nuntut balik US$10 miliar itu untuk kompensasi riset

Penemu herbal Covid-19, Hadi Pranoto berbincang santai dengan pelapornya Muannas Alaidid yang memolisikannya ke Polda Metro Jaya. Hadi Pranoto nuntut US$10 miliar ke pelapornya, Muannas Alaidid karena merasa namanya dicemarkan ke publik. Padahal dia bertahun-tahun meriset herbal asli Indonesia.Muannas yang merupakan Ketua Cyber Indonesia. Dalam pernyataanya, Hadi menyatakan menuntut ganti rugi senilai US$10 miliar atau Rp145 triliun atas kerugian pencemaran nama baiknya di mata publik.

Meski bakal melaporkan balik, Hadi menyatakan siap menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya atas laporan dugaan penyebaran hoax oleh Muannas tersebut.

Baca juga: Hadi Pranoto: Para ahli ayo buktikan herbal Covid-19 bersama, tokcer atau tidak

Hadi Pranoto US$10 miliar

Hadi Pranoto Foto: Youtube
Hadi Pranoto Foto: Youtube

Dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Hadi mengungkapkan alasan kenapa bakal menuntu ganti rugi materiil dan immateriil senilai Rp145 triliun tersebut.

“Tuntutan 10 miliar dollar AS itu untuk kompensasi hasil riset,” kata dia dikutip Selasa 4 Agustus 2020.

Meski melaporkan balik Muannas atas pencemaran nama baik, Hadi tetap membuka komunikasi bersama untuk duduk bareng dengan pelapornya tersebut.

“Tuntut balik itu pasti. Apalagi ini mencemarkan nama baik ya. Tuduhan itu mendeligitimasi riset kami. Tapi kami membuka ruang kebersamaan. Yang melaporkan saya kan juga sesama anak bangsa,” jelasnya.

Respons Muannas soal Hadi Pranoto US$10 miliar

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid polisikan Anji dan Hadi Pranoto
Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid polisikan Anji dan Hadi Pranoto, Senin (3/8/2020). ANTARA-HO-Ist

Atas penjelasan rencana tuntutan US$10 miliar Hadi Pranoto itu, Muannas merasa heran dan bingung. Apakah tuntutan ganti rugi itu dalam konteks pidana atau perdata.

Muannas mengatakan boleh saja Hadi menuntut balik kepadanya, namun dia meminta penemu herbal Covid-19 itu untuk menjalani proses pelaporannya di kepolisian.

“Kalau mau laporkan balik penuhi panggilan dulu. Sampaikan ini bukan kabar bohong, berikan keterangan sampaikan bukti. Kalau dipanggil saja belum, terlalu jauh masalah laporan balik itu,” ujar Muannas soal Hadi Pranoto nuntut US$10 miliar.

Riset panjang

Hadi Pranoto dan Anji
Hadi Pranoto dan Anji. Foto Instagram @duniamanji

Hadi mengakui timnya sudah riset herbal Indonesia puluhan tahun lalu. Saat Covid-19 mulai jadi masalah dunia, timnya kemudian mencari senyawa herbal Indonesia yang cocok untuk melawan virus Covid-19 tersebut.

Hadi mengklaim timnya menemukan ramuan herbal yang cocok untuk melawan virus Corona 2019 tersebut. Riset herbal Covid-19 ini sudah dilakukan di laboratorium mandiri di Jawa dan sudah 20 ribu botol diberikan ke pasien Covid-19.

Hadi mengungkapkan tak ada efek samping dari penggunaan herbal sebab dari bahan biologi alami.

Namun demikian, Hadi mengakui herbal racikannya itu belum melalui penelitian uji klinis seperti yang dipersoalkan IDI. Herbal buatannya itu dikembangkan di laboratorium independen milik timnya yang mana segala pembiayaan operasional menggunakan dana mandiri.

Hadi berdalih, mereka tak punya sumber daya untuk penelitian praklinis. Makanya dia meminta pemerintah atau lembaga terkait memfasilitasinya.

“Kalau uji klinis sendiri belum diakui lembaga terkait. Makanya lembaga hasil uji klinis tolong beri ruang kepada kami dan bimbingan ke kami. Kami ini periset independen,” kata Hadi di tvOne.

Selain itu, Hadi yang menegaskan bukan dokter ini mengeluh biaya besar penggunaan laboratorium untuk menjalani praklinis. Dia meminta kepada Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Ali Ghufron Mukti, untuk memberi akses laboratorium.

“Semua masyarakat yang punya hasil penelitian biologi, mana laboratorium yang bisa dipakai gratis? Kan mahal sekali kalau bangun laboratorium, jadi mana yang gratis. Mohon beritaku ke kami, laboratorium mana yang bisa kami pakai uji klinis?” kata Hadi.

Herbal buatan Hadi Pranoto telah mendapatkan izin dari BPOM pada 14 April 2020, dengan nama produk Bio Nuswa. Produk yang dikategorikan sebagai obat tradisional ini punya nomor registrasi TR203636031 di BPOM. Bio Nuswa didaftarkan oleh PT Saraka Mandiri Semesta yang berbasis di Bogor, Jawa Barat. Bio Nuswa hadir dalam kemasan dus dan botol dengan masing-masing volume 100 ml dan 250 ml.

Laporan Hadi dan Anji

Dalam laporan tersebut Cyber Indonesia menyertakan barang bukti berupa transkrip percakapan wawancara Anji dengan Hadi Pranoto, tangkap layar wawancara di youtube dan satu buah flashdisk berisi video.

Laporan Muannas telah diterima oleh Polda Metro Jaya dengan nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 3 Agustus 2020, adapun pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 45a Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close