Lifestyle

Hagia Sophia jadi masjid, Yunani ancam jadikan rumah Ataturk museum genosida

Diubahnya Hagia Sophia dari museum menjadi masjid oleh otoritas Turki, rupanya membuat negara-negara lain geram, salah satunya Yunani. Bahkan Yunani mengancam akan mengubah rumah kelahiran mantan pemimpin Turki, Mustafa Kemal Ataturk menjadi museum genosida.

Ancaman tersebut disampaikan oleh Menteri Pembangunan Pedesaan Yunani, Makis Voridis. Ia mengatakan keputusan Erdogan yang mengubah Hagia Sophia menjadi masjid sebagai tindakan yang ‘mengerikan’.

Baca juga: Turki ubah Hagia Sophia jadi masjid, deretan negara-negara ini kecewa

Voridis juga mencatat bahwa Turki tidak tertarik untuk memiliki hubungan baik dengan negara barat dan sistem internasional.

“Kemarahan, kebencian, kesedihan, terutama di Yunani, dan rasa penghinaan yang mendalam. Hagia Sophia bukan hanya monumen budaya dunia, tetapi juga simbol Kristen dunia, simbol ortodoks,” imbuh Voridis.

“Kami membutuhkan jawaban dari komunitas internasional dan tentu saja, dari Yunani,” tuturnya.

Voridis kemudian ditanya, jawaban seperti apa yang bakal diberikan oleh Athena, setelah pengadilan Turki mencabut status museum Hagia Sophia pada Jumat, 10 Juli lalu.

Hagia Sophia
Hagia Sophia Photo: Aljazeera

Ia pun menjawab, yang paling cepat dan jelas adalah ‘simbol paling ekstrem’ yaitu mengubah rumah kelahiran mantan pemimpin Turki, Mustafa Kemal Ataturk di Thessaloniki, Yunani menjadi museum genosida.

Voridis kemudian menyatakan bahwa dunia seharusnya menyadari bahwa Turki menjadi ancaman bagi stabilitas dunia.

Siapa Mustafa Kemal Ataturk?

Bagi masyarakat Turki, Mustafa Kemal Ataturk adalah sosok yang disanjung-sanjung sebagai bapak pendiri Republik Turki modern.

Namun bagi orang-orang Yunani, Armenia dan Asyuria, ia adalah salah satu pelaku utama genosida terhadap minoritas Kristen saat Kekaisaran Ottoman Turki berjaya, yang menyebabkan sekitar 3,5 juta orang meninggal.

Mengutip Greek City Times, sekitar satu juta orang Yunani dibunuh akibat dari kebijakan yang dibuat oleh Ataturk dan pendahulunya.

Potret Mustafa Kemal Ataturk, bapak pendiri Republik Turki Modern
Potret Mustafa Kemal Ataturk, bapak pendiri Republik Turki Modern. Foto: Twesco.org

Kemudian sekitar 1,2 juta orang Yunani diusir dari Turki pada tahun 1923-1924 sebagai akibat dari Perjanjian Lausanne.

Terlepas dari kejahatannya yang membunuh hampir satu juta orang Yunani dan memusnahkan kehidupan yang ada di banyak wilayah Turki saat ini selama ribuan tahun, rumah kelahirannya di Thessaloniki, Yunani tidak hanya dilestarikan, tetapi merupakan bagian dari kompleks Konsulat Turki.

Pada saat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdgogan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid, yang merupakan jantung Kristen Ortodoks, maka Yunani berpendapat rumah Ataturk perlu diubah menjadi museum untuk mengenang satu juta orang Yunani yang dibantai oleh rezim Ataturk.

Menurut Yunani, hal itu seharusnya bukan sebagai sebuah reaksi atas tindakan Erdogan, tetapi harusnya hal itu sudah dilakukan sejak beberapa dekade lalu. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
X
Close