Trending

Haikal Hassan ternyata buzzer, publik bongkar video aibnya: Umat Rasullah itu perang opini di medsos!

Jejak digital penceramah yang juga menjabat sebagai petinggi di HRS Center, Haikal Hassan dibongkar oleh publik. Dalam video ceramah yang beredar, publik menilai bahwa Haikal Hassan juga merupakan seorang buzzer lantaran mengajak orang untuk ikut berperang opini di media sosial (Medsos).

Dalam sebuah kicauan di jejaring media sosial Twitter, seorang warganet mengungkapkan bahwa Haikal Hassan merupakan salah satu pencipta buzzer.

Ini orangnya yang menciptakan buzzer, sudah pasti kenal kan?,” kicau akun penyebar video tersebut, dikutip Hops pada Selasa, 27 Juli 2021.

Kemudian si pemilik akun pun mengunggah sebuah video berdurasi lebih dari satu menit yang merekam momen ketika Haikal Hassan membahas soal perang opini di sosial media.

Perang opini di medos itu ibadah

Haikal Hassan ternyata buzzer, publik bongkar video aibnya. Foto: Tangkapan layar
Video Haikal Hassan ajak perang opini di media sosial. Foto: Tangkapan layar| Haikal Hassan ternyata buzzer, publik bongkar video aibnya

Awalnya, Haikal Hassan mengatakan bahwa zaman sekarang merupakan waktu yang tepat untuk berperang dan berjuang dalam peperangan opini di media sosial.

Dia menilai, bahwa perang opini di medsos tersebut merupakan sebuah ibadah.

“Ini zaman di mana kita mesti ikut berperang dan berjuang dalam perang opini di sosial media. Itu ibadah antum!,” ujar Haikal Hassan dalam video tersebut.

Salah satu simpatisan Habib Rizieq Shihab ini menjelaskan, sekarang ini merupakan zaman yang sudah tidak normal. Makanya dia mengajak agar umat Islam tak sekadar berzikir di masjid, melainkan ikut perang opini di medsos.

“Sekarang bukan zaman normal pak, kalau zaman normal, zaman adem, zaman kalam, ente duduk dzikir, ente diam di masjid, keluar masjid, dzikir terus tiap hari, itu berlaku di zaman normal atau zaman biasa. Tentu tak berlaku di zaman perang opini kayak begini. Zaman perang opini kayak begini, antum masih begitu, ya salah!,” tegasnya.

“Ini zaman perang opini, kita harus aktif untuk melawan semua bentuk penyerangan dalam bentuk opini di sosial media,” lanjut Haikal Hassan.

Umat Rasulullah itu ikut perang opini di medsos!

Haikal Hassan ternyata buzzer, publik bongkar video aibnya. Foto: Tangkapan layar
Video Haikal Hassan ajak perang opini di media sosial. Foto: Tangkapan layar| Haikal Hassan ternyata buzzer, publik bongkar video aibnya

Dia juga berpendapat, apabila ada seseorang yang memiliki untuk tidak ikut perang opini di media sosial, maka orang tersebut tidak ada artinya.

Hal itu lantaran, kata Haikal Hassan, Rasulullah menyukai umatnya yang tidak lari dalam peperangan.

“Andai kata Rasulullah masih ada, apa jadinya orang-orang (yang tak ikut perang opini di medsos) seperti antum ini, orang yang lari dari peperangan. Apa artinya orang seperti antum?,” katanya.

Oleh sebabnya, dia menyatakan untuk dimulainya perang opini di sejumlah platform media sosial.

“Zaman Rasulullah itu tak ada yang terlibat dalam setiap peperangan dan hari ini, saya katakan kita perang, tetapi perang opini,” ungkap Haikal Hassan.

Gunakan gadget sebagai senjata berperang

Pria yang akrab dipanggil Babe Haikal ini pun mengajak kepada publik agar menggunakan perangkat smartphone pribadi untuk ikut peperangan opini di media sosial.

Dengan begitu, dia menilai umat yang mengikuti perintahnya merupakan umat Rasulullah di akhir zaman.

“Gunakan senjata antum itulah, senjata antum mereknya Samsung, Oppo, Xiaomi, itu senjata antum,” tuturnya.

“Medan perang opini itu bernama Facebook, medan perang Badar bernama Instagram, medan perang Khandak bernama Twitter, terjun di medan peperangan itu saudara, gunakan segala senjatamu saat ini. Itu umatnya Rasulullah di akhir zaman,” imbuh Haikal Hassan.

Kendati demikian tak diketahui lebih lanjut terkait informasi kapan dan di mana video itu direkam. Namun yang pasti postingan tersebut mendadak viral dan ditanggapi berbagai komentar di jagat media sosial.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close