Trending

Heboh kasus modus kain jarik, apa itu fetish, seperti apa ciri-cirinya?

Beberapa jam terakhir banyak orang yang bertanya di sosial media, apa itu fetish? Pertanyaan ini muncul usai jagat maya belakangan dihebohkan dengan cerita fetish seorang mahasiswa dari salah satu PTN di Surabaya.

Dia diduga melakukan pelecehan terhadap seseorang dengan cara tak biasa, yakni membungkus badan orang lain dengan kain jarik.

Baca juga: Viral, warganet yang jadi korban fetish kain jarik ramai-ramai buka suara

Lakon pelecehan sendiri dilakukan melalui pesan jarak jauh, via WhatsApp. Korban diminta oleh Gilang –nama pria yang disebut-sebut melakukan pelecehan– untuk membungkus tubuhnya dengan kain jarik. Dalam keterangannya, Gilang mengaku tengah melakukan riset akademis.

Lantas, apa itu sebenarnya fetish, dan seberapa bahaya? Menurut Psikolog Inez Kristianti, ini adalah kelainan karena hasrat seksual yang terdorong jika melihat objek yang disukainya, misal kaki lawan jenis, atau bau kaos kaki untuk memenuhi hasrat seksualnya.

Dokumentasi korban yang tertipu oleh pelaku fetish berkedok riset
Dokumentasi korban yang tertipu oleh pelaku fetish berkedok riset Foto: Twitter @m_fikris

“Fetish adalah ketika seseorang merasakan rangsangan seksual dari fantasi atau perilaku sekssual yang melibatkan nonliving objects, misal sepatu, celana dalam, bra, atau bagian tubuh nongenital bisa itu rambut, hingga kaki,” ujar dia disitat Suara.

Menurut Inez, wajib diwaspadai jika ada seseorang yang meminta kita untuk mengirimkan gambar tak masuk diakal. Atau tidak jelas untuk keperluan apa sesungguhnya.

Semisal, diminta mengirimkan foto kaki, atau rambut, atau kain jarik, lebih baik ditolak. Inez menyadari, banyak pelaku fetish ini yang mencari cara untuk mendapatkan kepuasan seksualnya.

Ada yang menyebut untuk bahan penelitian, dan banyak lagi. Atas hal ini, dia pun meminta masyarakat agar waspada terhadap apa itu fetish, dan patut diwaspadai. Sebab itu, jika ada yang meminta foto bagian tubuh tertentu sebaiknya tidak diindahkan.

“Please note juga, kalau sebagian dari kita mungkin punya fetish masing-masing. Hampir semua orang punya particular body parts yang dia anggap atraktif, ada yang kaki hingga ketiak.”

Dokumentasi korban yang tertipu oleh pelaku fetish berkedok riset Foto: Twitter @m_fikris
Dokumentasi korban yang tertipu oleh pelaku fetish berkedok riset Foto: Twitter @m_fikris

“Tapi apakah itu gangguan? belum tentu. Jadi gangguan kalau fetishticnya itu udah mengganggu fungsi normal seksual. Misal enggak ada objek yang ia sukai itu, dia enggak bisa terangsang, itu termasuk gangguan,” beber Inez.

Inez pun menyebut fantasi seksual itu wajar, karena manusia diberi otak yang bisa berimajinasi. Namun tak semua imajinasi tersebut patut diwujudkan secara nyata apalagi jika merugikan orang lain.

“Ada perempuan yang tanya ke aku, pacarnya pernah ambil celana dalam dan bra miliknya, ini fetish bukan? Ini juga simpel, kuncinya selama enggak merugikan diri sendiri dan orang lain.”

“Tetapi kalau sudah ambil barang orang lain tanpa persetujuan, itu sudah melanggar privasi dan itu enggak oke,” katanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close