Trending

Heboh Pantai Indah Kapuk: Dulu masuk wajib paspor kini bendera Indonesia dilarang, faktanya…

Larangan pengibaran bendera Merah Putih di jembatan Pantai Indah Kapuk (PIK) bikin heboh jagat maya lho. Aparat PIK melarang pemasangan bendera Indonesia dengan panjang 21 meter pada 17 Agustus 2021 kemarin, dengan dalih nanti menimbulkan kerumunan gitu. Nah masih nggak beberapa bulan lalu, juga ramai narasi heboh Pantai Indah Kapuk masuknya wajib pakai paspor.

Laskar Merah Putih yang berupaya memasang bendera Merah Putih panjang 21 meter di jembatan PIK berdalih pula, ini sebagai pembuktian PIK bukan cuma kawasan warga asing saja. Makanya mereka mau pasang bendera Merah Putih itu.

Narasi heboh Pantai Indah Kapuk pakai paspor

anonymous tourists showing us passports on street on sunny day
Photo by Spencer Davis on Pexels.com

Kalian Sobat Hopers ingat nggak pertengahan tahun lalu, heboh pesepeda dilarang masuk kawasan Pantai Indah Kapuk. Dalam postingan di media sosial, pesepeda itu mengabarkan untuk masuk PIK wajib menggunakan paspor gitu dan harus minta izin pemilik di kantor marketing.

Narasi pesepeda itu, masuk PIK wajib lapor dan pakai paspor karena kawasan ini sudah dikuasai oleh swasta gitu.

Tapi narasi pesepeda itu dibantah oleh pengelola PIK, Agung Sedayu Group.

Tapi faktanya tidak demikian lho. Kementerian Komunikasi da Informatika sampai melabeli narasi masuk PIK wajib pakai paspor itu dilabeli sebagai disinformasi.

Dikutip dari laman Kominfo, menurut Township Management Director Agung Sedayu Group, Restu Mahesa, isu bersepeda ke kawasan Pantai Indah Kapuk harus menggunakan paspor sama sekali tidak benar.

Restu menegaskan Pantai Maju di PIK terbuka untuk umum. Dia mengatakan warga yang hendak masuk atau berolahraga di kawasan PIK 2 memang harus melapor ke petugas.

Dia kala itu menegaskan kebijakan ini bukan melarang warga untuk masuk, justru hanya sekedar mendata warga saja agar warga yang masuk di PIK 2 aman mengingat masih ada pembangunan di kawasan itu. Terdapat spanduk di bagian pembatas masuk mengenai waktu yang diizinkan bagi pesepeda untuk melintas. Aturannya melintas pesepeda yaitu pagi hari pukul 06.00-09.00 WIB dan sore pukul 16.00-17.30 WIB.

Bendera Merah Putih dilarang dipasang

Pihak kemanan larang pemasangan bendera Indonesia di PIK. Foto: Ist.
Pihak kemanan larang pemasangan bendera Indonesia di PIK. Foto: Ist.

Nah kekininan heboh Pantai Indak Kapuk ini soal larangan pemasangan bendera Merah Putih yang dilakukan oleh Laskar Merah Putih. Polisi berdalih soal pelarangan ini bukan tanpa maksud.

Wakapolsek Metro Penjaringan AKP Arnold Simanjuntak mengatakan, meski pembentangan bendera dilakukan sekitar 20 orang dari pihak LMP, akan tetapi dikhawatirkan masyarakat sekitar akan menyaksikan sehingga terjadi kerumunan.

“Kami kepolisian memutuskan berkoordinasi dengan pihak Koramil juga kita tidak memberikan izin tersebut, karena ini kan masih PPKM sehingga itu dapat menimbulkan kerumunan.”

“Jadi kita tidak memberikan izin, dari pimpinan juga tidak memberikan izin,” kata dia dikutip dari Reqnews.

Diketahui, sejauh ini, PIK dikenal sebagai kawasan yang dihuni banyak warga asing atau blasteran. Namun, Panglima Laskar Merah Putih, Daeng Jamal memastikan, pelarangan tersebut bukan instruksi mereka, melainkan murni dari pihak manajemen setempat.

“Kami melihat animo masyarakat PIK sebenarnya mendukung hanya pihak manajemen saja, karena di bawah tekanan dan aturan sehingga tidak terlaksana dengan baik. Namun kami tidak putus semangat sampai di sini,” tuturnya.

Pihak LMP pun akhirnya menerima dengan ikhlas larangan pembentangan bendera tersebut. “Kami terima dengan lapang dada karena kami tidak mau ada gesekan dengan siapa pun karena kami cinta NKRI,” tegasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close