Trending

Heboh pengecatan ulang pesawat kepresidenan, istana beri jawaban: ‘sudah direncanakan sejak 2019’

Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono angkat bicara terkait cuitan pengamat penerbangan Alvin Lie yang mengkritisi biaya pengecatan ulang Pesawat Kepresidenan atau Pesawat BBJ 2 senilai Rp1,4 miliar sampai dengan Rp2,1 miliar. Heru menegaskan biaya pengecatan tersebut sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Dikatakan Heru, alokasi anggaran untuk perawatan dan pengecatan sudah dialoksikan ke dalam (APBN)

“Perlu kami jelaskan bahwa alokasi untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN,” ujar Heru seperti dilansir dari Suara.com, Rabu (4/8/2021).

Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono. Foto: Ist
Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono. Foto: Ist

Selain itu, kata Heru, Kementerian Sekretariat Negara telah melakukan refocusing anggaran di APBN 2020 dan APBN 2021sebagai upaya pendanaan penanganan Covid-19. Adapun refocusing anggaran tersebut sudah sesuai dari yang ditetapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Sebagai upaya untuk pendanaan penanganan covid, Kementerian Sekretariat Negara juga telah melalukan refocusing anggaran pada APBN 2020 dan APBN 2021, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Menteri Keuangan,” tutur Heru.

Tak hanya itu, Heru menyebut bahwa pengecatan pesawat kepresidenan telah direncanakan sejak tahun 2019. “Pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak tahun 2019, serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara,” ujar Heru.

Heru menuturkan, proses perawatan dan pengecatan dilakukan di Indonesia. Sehingga mendukung industri penerbangan dalam negeri.

“Dapat pula kami tambahkan, bahwa proses perawatan dan pengecatan dilakukan di dalam negeri. Sehingga secara tidak langsung, mendukung industri penerbangan dalam negeri, yang terdampak pandemi,” ujar Heru.

Dinilai Foya-foya

Sebelumnya, pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkap bahwa pesawat kepresidenan diubah warnanya kini menjadi merah putih. Hal itu diungkap Alvin lewat laman Twitter pribadinya.

Mantan anggota Ombudsman RI itu bahkan mengkritisi biaya cat ulang pesawat kepresidenan itu. Pria bernama lengkap Alvin Lie Ling Piao itu bahkan menyebut hal itu sebagai bentuk foya-foya.

Melalui akun Twitter pribadinya, Alvin Lie mengungkapkan, biaya cat ulang pesawat jenis B737-800 berkisar antara USD 100 ribu hingga 150 ribu. Nilai itu setara dengan Rp 1,4 miliar sampai dengan Rp 2,1 miliar.

Dalam cuitannya itu, Alvin Lie juga mengunggah sebuah gambar pesawat dengan latar warna merah dan putih. Di sirip belakang tertempel gambar mirip bendera Indonesia merah putih.

Kemudian di bagian atas badan pesawat tertulis jelas tulisan “Republik Indonesia”. Diketahui, jika dibandingkan dengan warna pesawat Kepresidenan RI selama ini, warna dominan adalah biru langit dan putih.

“Hari ini masih aja foya-foya ubah warna pesawat Kepresidenan,” tulis Alvin Lie di akun twitternya.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie . Foto: Media Indonesia
Pengamat Penerbangan Alvin Lie . Foto: Media Indonesia

Tak lupa dalam cuitannya itu, Alvin Lie juga mentag atau menandai akun resmi Kemensetneg RI, Setkab hingga akun Twitter Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Cuitan Alvin itu mendapat banyak respon dari para netizen.

“Malah bagusan yang sekarang,” tulis akun Ridwan Hanif.

“Sebenarnya ini pesawat kalau dicat tiap tahun pun kalau warnanya sama kita gak bakal tahu loh,” kata akun Sabur Rahim.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close