Unik

Heboh pria gondrong kena begal payudara di Yogya, berniat lapor Polisi

Kisah eksentrik datang dari seorang pria berambut gondrong yang jadi korban begal payudara di Yogyakarta. Pria tersebut bernama Banu (30 tahun).

Ya, bisa ditebak, pria gondrong ini menjadi korban begal payudara karena dikira perempuan. Kisah ini lalu diceritakan oleh Banu.

Menurutnya, kejadian ini berlangsung pada Rabu kemarin, 13 Januari 2021. Saat kejadian dia tengah berjalan mengendari motor di kawasan Jalan Banteng Raya, Kecamatan Ngaglik, Sleman.

Saat itu, waktu menunjukkan pukul 01.10 WIB. Banu mengenakan helm, dengan rambut terurai. Saat Banu berjalan perlahan, ketika itu, ada sebuah sepeda motor yang mendekatinya. Pelaku, kata pria gondrong ini, langsung begal payudara-nya.

“Sempat kaget, saya pikir teman saya. Karena saya perhatikan dari kendarannya,” kata Banu disitat CNN, Kamis 14 Januari 2021.

Kemacetan saat PSBB Depok di Jalan Raya Sawangan, Sabtu (16/5/2020). Foto: Antara
Kemacetan saat PSBB Depok di Jalan Raya Sawangan, Sabtu (16/5/2020). Foto: Antara

Uniknya, si pelaku begal payudara lantas memperlambat laju motornya untuk sekadar melihat respons korban. Dari sana keduanya sadar, kalau apa yang di benaknya masing-masing salah. Banu yang sadar langsung berteriak mengejar, sementara pelaku langsung tancap gas.

“Mungkin pelaku mengira saya perempuan,” kata Banu.

Pria gondrong kena begal payudara niat lapor polisi

Awalnya Banu sempat berusaha mengejar. Namun akhirnya dia mulai khawatir jika pelaku ternyata membawa senjata tajam. Pria gondrong yang kena begal payudara itu pun lantas mengurungkan niatnya.

“Kemungkinan dia akan melukai korban juga ada sehingga saya menghindari itu,” kata Banu.

Dari sana, Banu kemudian berniat melaporkan peristiwa pelecehan seksual itu ke kantor polisi. Sayang baginya, hingga kini Banu belum menemukan bukti yang cukup. Terlebih, tidak ada saksi mata dalam kejadian tersebut.

“Saya sudah mencari CCTV yang mengarah ke jalan tempat kejadian, atau jalan yang dilalui pelaku, namun belum menemukannya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati, karena kejahatan seksual di jalanan bisa menimpa siapa saja, tanpa mengenal jenis kelamin.

Ilutrasi Tangan Diborgol
Ilutrasi Tangan Diborgol. Foto: Klaus Haussman di Pixabay

Di lain sisi, dirinya juga menyayangkan respons netizen yang justru cenderung menyalahkan bahkan menertawakan dirinya sebagai korban, setelah unggahan cerita tentang kasus tersebut viral di media sosial.

“Saya rasa hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih besar dari aparat keamanan. Temasuk juga perlindungan bagi korban agar tak semakin dilecehkan atau justru dipermalukan,” pintanya.

Dirinya juga berharap, kejadian serupa tak terulang lagi. Sejauh ini, hingga berita ini dibuat, pihak Polres Sleman yang dimintai penjelasan belum merespons.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close