Fit

Hewan-hewan ini dilatih khusus untuk deteksi corona, 94 persen akurat

Hingga kini deteksi corona dilakukan dengan rapid test, PCR, dan swab test.

Biasanya tikus peliharaan laboratorium hanya digunakan sebagai bahan uji coba. Ternyata di Belgia, tikus-tikus laboratorium tersebut juga dilatih untuk mendeteksi penyakit.

Ilmuwan Belgia melatih tikus peliharaan laboratorium untuk mengendus virus corona Covid-19. Tujuannya tentu untuk untuk membantu melawan penyakit mematikan tersebut.

Baca juga: Perusahaan Jepang buat lampu UV yang bisa bunuh virus corona

Dilansir laman Miror, tikus tersebut dilatih untuk membantu memerangi virus corona Covid-19 dengan cara mengendus penyakit mematikan tersebut.

Sebelumnya, hewan pengerat itu telah diakui bisa mengendus ranjau darat eksplosif yang tersembunyi. Kini, tikus perlu dididik untuk mendeteksi virus corona Covid-19 dengan cara mengendusnya.

obat virus corona
Ilustrasi virus corona.

Magawa adalah salah satu tikus terlatih. Tikus raksasa asal Afrika ini beberapa waktu lalu sempat memenangkan medali George Cross setelah menemukan 39 cucian dan 28 amunisi yang tidak meledak tahun ini berkat hidungnya yang sangat sensitif.

Kini, jenis tikus yang dikenal sebagai Tikus Pahlawan itu bisa mendapatkan pelatihan yang mengasah kemampuan hidungnya terhadap senyawa kimia dalam virus corona Covid-19.

Ilmuwan dari organisasi Apopo di Belgia dan berbasis di Tanzania bisa memberikan pelatihan yang dibutuhkan tikus dalam peperangan melawan virus corona Covid-19.

Meskipun rencana ini terdengar sangat aneh atau mustahil. Tapi, hewan pengerat ini telah terbukti mampu mengendus kasus awal tuberkulosis.

Ilmuwan pun berusaha mempekerjakan tikus untuk mengendus penyakit pada pasien di Tanzania. Hasilnya, tikus bisa mendeteksi virus pada lebih dari 40 persen kasus daripada tes rumah sakit.

Ceo Apopo, Christophe Cox pun berharap tikus bisa mengungkap kasus virus corona Covid-19 dengan cara serupa. Meskipun sekarang ini ia belum mengetahui peluang keberhasilannya.

“Pertanyaan mengenai apakah tikus bisa membantu mendeteksi virus corona itu selalu muncul. Tapi, saya belum tahu jawabannya. Saya hanya meyakini bila anjing bisa melakukannya, maka tikus juga bisa,” jelas Christophe Cox.

Menurut Christophe, tikus bisa mendeteksi atau mengendus penyakit apapun dengan bau yang unik atau tidak biasa.

Anjing juga bisa deteksi corona lewat air liur

Tak hanya tikus, sebelumnya ilmuwan juga menemukan ahwa anjing bisa mendeteksi virus corona melalui air liur.

Menurut studi oleh Universitas Hewan Jerman, anjing yang dilatih dalam 1 minggu mampu mengidentifikasi orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 dengan tingkat kebenaran dan akurasi hingga 94 persen.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Kedokteran Hewan Hannover bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Jerman, menemukan bahwa pelatihan anjing yang benar bisa membantu mereka mengendus adanya virus corona dari air liur manusia.

Anjing
Ilustrasi anjing. Photo: Pixabay

Dalam penelitian itu, para peneliti melatih 8 anjing selama 1 minggu. Semua anjing dilatih mengendus air liur lebih dari 1.000 orang yang sehat dan terinfeksi virus corona Covid-19.

Anjing yang dilatih itu pun berhasil menentukan perbedaan antara sampel air liur dari pasien yang positif dan negatif terinfeksi virus corona Covid-19.

Anjing mampu mendeteksi adanya virus corona Covid-19 dengan mencurahkan banyak kekuatan otak untuk menafsirkan bau. Anjing juga memiliki lebih dari 100 juta situs reseptor sensorik di rongga hidung dibandingkan 6 juta orang.

Baca juga: CDC punya bukti virus corona bisa menyebar lewat udara sampai 1,8 meter

Menurut Rumah Sakit Hewan VCA, area otak anjing yang didedikasikan untuk menganalisis bau sekitar 40 kali lebih besar daripada bagian yang sebanding dari otak manusia. Faktanya, anjing diperkirakan bisa mencium bau di mana saja drai 1.000 hingga 10.000 kali lebih baik daripada manusia.

Para peneliti mengatakan Nantinya metode pelacakan virus corona COVIS-19 lewat penciuman anjing ni bisa digunakan bisa digunakan di bandara, stadion olahraga atau ruang publik lainnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close