Hot

Hidup Meghan Markle disebut tragis, bahkan setelah nikahi Pangeran Harry

Nama Meghan Markle disebut-sebut sangat beruntung menikah dengan Pangeran Harry. Terlebih lagi kehidupannya sebagai aktris Hollywood dinilai sempurna oleh publik sebagai sebuah keberuntungan bagi Meghan.

Padahal kenyataannya kehidupan Meghan Markle tidak mudah. Meskipun terlihat sebagai sosok wanita kuat dengan pribadi yang tak tergoyahkan, namun ternyata perjalanan hidup Meghan tidaklah mudah.

Baca juga: Detik-detik Meghan Markle permalukan Pangeran Harry di pernikahan Putri Eugine

Sebuah media Inggris menyebut bahwa Meghan memiliki masa kecil yang tragis. Tak hanya sampai di situ, masa remaja hingga pertama kali masuk ke dunia pernikahan, hidupnya masih jauh dari Bahagia.

Dilansir Nicky Swift, berikut ini 10 momen berat dalam hidup Meghan sebelum ia bertemu pangeran harry

1.Berasal dari keluarga broken home

Orangtua Meghan yaitu Doria Ragland dan Thomas Markle bercerai ketika usia Meghan masih sangat belia. 

“Ayah saya punya ras Kaukasia dan ibu saya Afrika Amerika. Mereka bertemu di usia yang sangat muda kira-kira 17-18 tahun. Ayah saya ‘tukang lampu’ di opera sabun dan ibu saya adalah pegurus studionya,” ujar Meghan pada 2015 di majalah Elle. 

Usia yang sangat muda membuat kedua orangtuanya mudah goyah. Meghan menyebut kondisi orantuanya saat itu ‘Closed-minded’, yang akhirnya membawa kedua orangtuanya pada perceraian.

Ayah Meghan Photo: Istimewa

2.Meghan mendapat perlakuan rasis di industri Hollywood

Meski dinilai sukses, namun perjalanan Meghan utnuk diterima di industri film Hollywood sangatlah berat. Ia kerap mendapat perlakuan rasis dari orang-orang gdi sekitarnya.

Dalam wawancarade ngan Ele tersebut, Meghan mengaku bahwa setiapkalai ada audisi, dirinya ‘diberitahu’ bahwa hanya ras tertentu yang diterima dalam audisi itu.

“Peran-peran tertentu hanya memilih pada ras tertentu dan itu bukan diri saya. Misalnya kategorinya cantik, sassy, berdarah latin, Afrika Amerika, blonde, modern next door, dan lain-lain,” ujarnya.

Meghan menyebut bahwa ras yang ia miliki sangat jarang ia menyebutnya ‘etnik ambigu’. “Saya tak cukup hitam, dan tak cukup putih,” ujarnya.

3.Miliki percaya diri rendah di usia 20an

Seperti banyak gadis seusianya, Meghan berjuang dengan imagenya sebagai pra dewasa yang ‘etnis campuran’. Dalam blog pribadinya yang tahun 2014 yang sudah dihapus pihak kerajaan, Megghan menulis soal teman-teman masa sekolah yang menolak dan tak mengizinkannya bergabung. 

“Sekolah saya juga mengkotakan antara ‘gadis kulit hitam’, ‘Gadis Filipina’, ‘Gadis latin’. Saya merasa ada di tengah,” ujarnya.

Jadi ketika makan siang, ia menyibukan diri mengikuti berbagai kegiatan supaya ketika makan siang saya tidak sendirian,” ujaranya.

Pada usia 20, Meghan mengaku lingkungannya lebih brutal.
“Usia 20 lebih brutal, justru masalah datang dari diri sendiri. Saya menilai berat badan, gaya, hingga pilihan-pilihan saya tidak keren bagi orang lain, sehingga saya merasa tidak adil dengan diri sendiri,” ujarnya.

4.Bercerai dengan suami dan cinta pertamanya

Meghan berkencan dengan suami pertamnya di taun 2004, dan menikah di 2011 dengan pesta yang cukup meriah di Jamaica termasuk bikini, barbecue, hingga permainan pantai.

Sayangnya untuk pengantin baru, pernikahannya dengan produser menggiringnya mendapatkan peran pada drama Jaringan USA, yang difilmkan di Kanada delapan bulan dalam setahun.

Kondisi itu membuat Meghan dan suaminya harus menjalani long distance relationship (LDR). Hal itu menuntunnya pada sebuah perceraian.

Tak hanya itu perceraian Meghan dilakukan janya dengan email. Berdasarkan tulisan royals biographer Andrew Morton di 2018 berjudul ‘Meghan, A Hollywood Princess’, ditulis bahwa  

“Pernikahan itu berakhir begitu tiba-tiba sehingga Meghan mengirim Trevor cincin kawin berlian dan cincin pertunangan kembali melalui surat terdaftar,” tulisnya.

Ia juga mengklaim bahwa mantan suami Meghan dengan marah menolak permintaan wawancara untuk buku itu, mengatakan kepadanya tentang Markle.

“Aku tidak perlu mengatakan apa-apa tentang dia.”

5.Sulit mendapatkan pekerjaan

Sebelum fukus sebagai aktris, Meghan mengatakan sulit mendapatkan pekerjaan.

Setelah lulus dari Northwestern University pada 2003, Meghan pindah ke Los Angeles untuk belajar akting. Namun untuk menyokong hidupnya ia mengaku sangat kesulitan.

“Saya melakukan pekerjaan-pekerjaan sepele untuk biaya hidup. Demi peran saya sebagai aktris,” ujarnya.

6.Kawan-kawannya mengatakan tak setuju dirinya menjalin hubngan dengan Harry

Ketika mulai dekat dengan Harry teman-teman baik Meghan bahkan tak yakin bahwa Meghan akan mendapat perlakukan layak dari keluarga kerajaan Inggris. Karenanya mereka sama sekali tidak mendukung hubungan Meghan dan Harry.

Dalam sebuah tayangan dokumenter 2019 berjudul ‘Harry and Meghan: An African Journey, Meghan described’, Meghan mengatakan dirinya sangat bahagia mengenal Harry.

“Pertama bertemu saya sangat bahagia, namun beberapa temana-teman Inggris saya mengatakan bahwa penerimaan protokol kerajaan akan terlampau berat untuk saya, di samping itu perlakuan tabloit Inggris juga sangat kejam,” ujarnya.

7.Kehilangan haknya sebagai warga sipil

Meghan punya segudang aktivitas sosial dan seni. Ia juga sangat gemar menulis blog mengenai kehidupannya. Namun sejak bersama Harry, Meghan harus mengubur semua itu. Ia kehilangan haknya sebagai warga sipil dan harus mulai mengikuti protokol kerajaan.

Tak hanya itu, kebebasan privasi Meghan juga harus direlakan. Paparazi dan media terus memburu kehidupan pribadi dan keluarganya.

8.Jadi boneka media Inggris

Tak ada pemberitaan tentang Meghan yang luput dari media Inggris. Dari kehidupannya hingga masa lalunya semua dikuak habis-habisan sejak bersama Harry.

Tak cuma itu, sikap-sikam Meghan di selama bergabung dengan kerajaan Inggris juga terus diekspos Hal itu diseut-sebut jadi pemicu keputusan Meghan dan Harry untuk hengkang dari Kerajaan dan tinggal di Amerika.

9.Isu berseteru dengan Kate Middleton

Isua soal Meghan dan kakak iparnya Kate Middleton selalu jadi santapan media.

Pada tahun-tahun menjelang Pangeran Harry dan Meghan Markle mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan tugas kerajaan pada bulan Januari 2020. Sejak itu ia dipenuhi oleh desas-desus bahwa dia dan Kate terlibat dalam permusuhan.

Meghan dan Kate juga dikabarkan memiliki argumen dalam minggu-minggu menjelang pernikahan Meghan. Hal sepele, soal pengiring pengantin mudanya, termasuk putri Kate yang baru berusia tiga tahun Charlotte, tidak mau memakai celana ketat saat upacara.

“Kate sangat marah dengan beban kerja yang lebih besar,” klaim artikel Tatler, menunjuk pada keberangkatan Harry dan Meghan dari tugas kerajaan mereka sebagai sumber baru stres pada Kate.

“Tentu saja dia tersenyum dan berpakaian dengan benar tetapi dia tidak menginginkan ini. Dia merasa lelah dan terjebak,” tulisnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close