Hot

Hidup mewah, ternyata begini kisah melarat Taqy Maliq sebelum sukses

Taqy Malik terkenal lantaran pernikahannya yang kontroversial dengan Salmafina. Pemuda yang juga dikenal sebagai penyiar agama ini juga kerap tampil mewah di berbagai media sosialnya. Namun, Taqy Malik membeberkan kalau ia sempat hidup melarat.

Seperti apa? Yuk, simak selengkapnya!

Baca Juga: Pindah agama, begini pesan menyentuh Salmafina Sunan untuk kedua orang tuanya

Melalui kanal Youtube miliknya, Taqy Malik beserta ayah dan adiknya membeberkan kisah hidup mereka sebelum sukses.

Sang ayah, Abi Malik mengaku dulu tidak memiliki pekerjaan tetap dan bekerja serabutan, mulai dari berjualan koran, tukang ojek, hingga berjualan kopi dari pintu ke pintu. Bahkan keluarga Taqy Malik sempat meninggali ruangan berukuran 5×7 meter yang dipinjamkan.

“Kita ini dari keluarga yang betul-betul dari nol,” ujar sang ayah.

Tak hanya tempat tinggal yang sederhana, namun Taqy Malik juga harus makan seadanya. Ia sempat makan nasi yang dicampur dengan minyak dan garam.

Taqy Malik Foto: Instagram
Taqy Malik Foto: Instagram

“Kalau mereka mereka ini dulu sudah mengalami hal yang terpahit sekalipun. Makan cuma pake telur ayam, didadar, dibelah empat. Makanan termewah pada saat itu. Kemudian nasinya dicampur dengan minyak goreng pakai garem,” ujar Abi Malik.

Karena hidup melarat, Taqy Malik dan keluarga juga terpaksa harus menerima hinaan dari orang lain. Ia sempat dikatai sebagai “anak dapat diilung” yang kurang lebih berarti “anak pungut”.

Taqy pun membeberkan kalau wajahnya sempat dilempar lap oleh omnya sendiri. Perlakuan jahat tersebut lantaran keluarga Taqy sering dipandang sebelah mata.

Taqy Malik Foto: Instagram
Taqy Malik Foto: Instagram

“Saya dari kecil merasakan betul proses hidup yang betul-betul dari nol sekali sampai berada di titik sekarang ini,” ujarpemuda kelahiran 1997 ini.

Kini, Taqy Malik telah membuktikan kalau bisa sukses seperti sekarang. Menurutnya kunci kesuksesan terletak pada mental, bersyukur, berusaha, dan menjadi pribadi yang inovatif dan inspiratif bagi orang lain.

Taqy juga mengaku tak ingin jika menjadikan dakwah sebagai ladang untuk mencari uang. Ia mengelak jika mematok bayaran untuk setiap dakwahnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close