Trending

Presiden hobi reshuffle Gus Dur rajanya, copot 18 menteri dari SBY sampai JK

Presiden Jokowi marah dan jengkel dengan kinerja menterinya yang tak memuaskan. Saking jengkelnya, Jokowi mengancam tak segan-segan mencopot atau me-reshuffle menterinya yang tidak menunjukkan kinerja bagus, terutama di masa pandemi Covid-19.

Isu reshuffle kemudian menyebar luas dan mendapat respons kuat dari masyarakat. Sampai-sampai masyarakat menyuarakan agar Jokowi memecat sejumlah menteri yang buruk kinerjanya. Belakangan, beberapa nama menteri yanag disebut layak dicopot yaitu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Agama Fachrul Rozi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dan lainnya.

Baca juga: Risma sujud di kaki dokter, netizen: Drama banget, pencitraannya total

Suara yang kencang sih meminta Menteri Terawan dicopot karena gagal menangani dan melindungi masyarakat dari wabah Covid-19.

Pada periode pertamanya Jokowi sudah berulang kali me-reshuffle anggota kabinetnya. Kala itu usia kabinet belum genap setahun, Jokowi sudah mencopoti jajaran anggota kabinetnya. Terbilang cepat ya, eits tapi pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, reshuffle malah jadi hobi lho. Sebab Presiden Gus Dur mencopot menterinya lebih ekstrim.

Hobi reshuffle Gus Dur

Tahu enggak kamu, reshuffle atau perombakan kabinet di era Presiden Gus Dur ini terjadi sangat dinamis, bisa kapan saja terjadi lho. Tahu sendiri sikap Gus Dur kan, apalagi saat menjadi Presiden kala itu adalah masa transisi dari rezim otoriter ke rezim reformasi. Masa transisi itu menjadikan masa pemerintahan Gus Dur begitu dinamis.

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Foto Instagram @ferdy.siregar

Tercatat dalam sejarah, pada era Gus Dur beda banget dengan era Orde baru yang mana sebagian menterinya bertahan sampai 5 tahun. Data jaringan Gusdurians, Saking hobi pada 2 tahun pemerintahan Gus Dur, ada 18 menteri yang diganti, ya cuma dua tahun lho.

Kalau dirata-rata sih, artinya tiap dua bulan itu ada dua menteri yang diganti. Alasan Gus Dur mencopot menterinya kala itu biasanya sang menteri tak bisa diajak bekerja sama dengan Gus Dur, banyak yang membangkang.

SBY, JK sampai Wiranto

Pada masa pemerintahan Gus Dur, menteri-menteri seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla (JK) sampai Wiranto di-reshuffle Gus Dur. Alasannya beragam.

SBY dan JK
SBY dan JK. Foto Instagram @presidensudhoyonoalbum

Gus Dur meminta Menkopolhukam Wiranto mengundurkan diri dari jabatannya karena Gus Dur menganggap Wiranto penghalang upayanya pada reformasi militer dan tudingan Wiranto dalam pelanggatan HAM di Timor Timur.

Pada April 2000, Gus Dur memecat Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Jusuf Kalla dan Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi. Alasannya JK dan Sukardi dituding terlibat korupsi meski Gus Dur tak pernah memberikan bukti kuat.

Dalam wawancara dengan Merdekacom pada 2014, JK mengatakan santai saja saat Gus Dur mencopotnya.

“Saya dipanggil, bapak susah kerja sama dengan menteri lainnya. Jadi kita mau ganti. Silakan aja Gus, kita mau pulang kampung. Itu saja jawabannya. Semua menteri jawabannya begitu,” tutur JK.

Kemudian SBY sebagai Menko Polsoskam juga dicopot dari kabinet Gus Dur karena menolak perintah Presiden untuk menyatakan keadaan darurat pada Juni 2001. Gus Dur meminta SBY menetapkan keadaan darurat karena kemelut politik panas dan buntu dengan DPR dan sebagian menteri Gus Dur memintanya mengundurkan diri. Nah itu catatan hobi reshuffle Gus Dur.

Nah kita tunggu ya, apa jadi nanti Presiden Jokowi reshuffle kabinetnya. Dan apakah Jokowi bakal mendengar permintaan masyarakat untuk mencopot menteri-menteri tertentu? Kita tunggu saja ya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close