Kurangi kecanduan, pemerintah China batasi anak main game online jadi cuma 3 jam per minggu

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 17:50 WIB
OPPO Reno5 saat diajak bermain PUBG Mobile. Foto: Hops.ID/Dii
OPPO Reno5 saat diajak bermain PUBG Mobile. Foto: Hops.ID/Dii


Pemerintah China telah memerintahkan perusahaan game online di negaranya untuk mengurangi layanan yang mereka berikan kepada para gamer muda, dalam langkah yang dimaksudkan untuk mengurangi kecanduan game di kalangan anak di bawah umur.





Menurut kantor berita Xinhua, disitat Selasa 31 Agustus 2021, di bawah aturan baru tersebut, gamer muda hanya diperbolehkan menghabiskan satu jam bermain game online, yakni dari pukul 8 malam hingga 9 malam pada hari Jumat, akhir pekan dan hari libur. Sehingga totalnya dalam satu minggu, anak di bawah umur di China hanya diperbolehkan bermain game selama 3 jam.





Perusahaan game online akan dilarang memberikan layanan game kepada anak di bawah umur dalam bentuk apa pun di luar jam tersebut dan perlu memastikan bahwa mereka telah menerapkan sistem verifikasi nama asli. Langkah terbaru ini dibuat setelah terdapat laporan bahwa anak-anak menggunakan ID orang dewasa untuk menghindari aturan.





-
Bendera China. Foto: Wikimedia




Sebelumnya, pihak berwenang telah membatasi waktu bermain gamer muda hingga 1,5 jam sehari dan tiga jam pada hari libur. Administrasi Pers dan Publikasi Nasional juga mengatakan kepada Xinhua bahwa mereka akan meningkatkan frekuensi dan intensitas inspeksi kepada perusahaan game online untuk memastikan mereka menerapkan batas waktu dan sistem anti-kecanduan.





Regulator mengatakan bahwa tujuan dari aturan baru ini adalah untuk 'secara efektif melindungi kesehatan fisik dan mental anak di bawah umur'. Ini juga mendesak perusahaan game China untuk selalu memprioritaskan kebaikan sosial dan secara aktif menanggapi masalah masyarakat.

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama - Hops.ID

Tags

Terkini

GIIAS Medan resmi dibuka, diramaikan 8 merek mobil

Rabu, 5 Oktober 2022 | 17:50 WIB