Kabar baik! Ilmuwan sebut lockdown saat pandemi bikin gas rumah kaca berkurang

- Rabu, 10 November 2021 | 09:59 WIB
Situasi lockdown di London, Inggris. Foto: Antara
Situasi lockdown di London, Inggris. Foto: Antara


Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa terdapat penurunan kecil namun spesifik gas rumah kaca, terutama karbon dioksida di atmosfer karena lockdown yang dilakukan terkait pandemi Covid-19.





Sementara para ilmuwan iklim memperingatkan bahwa lockdown sementara hampir tidak cukup untuk mengurangi ancaman perubahan iklim global, data satelit menunjukkan penurunan 0,14 hingga 0,62 bagian per juta di wilayah tertentu antara Februari hingga Mei 2020.





Pengukuran tersebut merupakan kabar baik bagi para ilmuwan iklim karena satelit bisa memantau tingkat karbon dioksida di atmosfer yang selama ini dikenal sulit untuk diukur.





"Karena karbon dioksida adalah gas rumah kaca utama, pemantauan kadarnya di atmosfer secara akurat bakal menjadi kunci untuk menyesuaikan respons kita terhadap pemanasan global," kata ilmuwan dalam studi terbaru, dikutip laman Space, Rabu 10 November 2021.





-
Permodelan yang dibuat oleh NASA tentang bagaimana gas rumah kaca seperti karbon dioksida berfluktuasi di atmosfer bumi sepanjang tahun. Konsentrasi yang lebih tinggi ditunjukkan dengan warna merah. Foto: NASA via Space




"Teknologi berbasis ruang angkasa saat ini mendekati tingkat akurasi dan presisi yang diperlukan untuk mendukung strategi mitigasi iklim internasional, menandakan kemajuan menuju tujuan yang telah lama dicari," kata tim dalam sebuah pernyataan.

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama - Hops.ID

Tags

Terkini

Ada puluhan pilihan fitur, ini review GB Whatsapp

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:52 WIB