PPnBM digantung pemerintah, penjualan mobil Honda boncos 50 persen

- Kamis, 13 Januari 2022 | 08:54 WIB
Penyerahan Honda all new BR-V di Semarang (HPM)
Penyerahan Honda all new BR-V di Semarang (HPM)

Kebijakan PPnBM yang digadang akan diperpanjang permanen oleh pemerintah khusus untuk mobil di bawah Rp250 juta dan memiliki kandungan lokal lebih 80 persen tak kunjung tiba.

Kemenperin yang telah menggadang kebijakan PPnBM permanen akan diperpanjang, membuat produsen otomotif di Indonesia hingga kini menunggu keputusan pemerintah terkait relaksasi pajak barang mewah yang tahun lalu sempat diberikan.

Atas kebijakan PPnBM yang tak kunjung datang tersebut, PT Honda Prospect Motor mengaku mengalami dampak atas kebijakan dari pemerintah yang memengaruhi sektor penjualan di tingkat konsumen.

Baca Juga: Honda perdana distribusikan all new BR-V, bos HPM puji konsumen Indonesia

Bahkan Honda mobil mengalami penurunan penjualan retail sebesar 50 persen yang terhitung saat insentif PPnBM tak lagi diberlakukan akhir tahun lalu.

Menurut Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM Yusak Billy, hal ini sangat berpengaruh terhadap rencana konsumen yang masih menunggu diberlakukannya kembali insentif PPnBM.

Sehingga jika dibandingkan surat pemesanan kendaraan sepanjang Desember 2021 dengan bulan Januari 2022, diperkirakan penurunannya sangat besar, hampir setengahnya.

Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (21/7/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama.

"PPnBM yang belum ketuk palu dari pemerintah, memengaruhi penjualan kita yang turun 50 persen dibanding Desember tahun lalu dengan bulan ini," ungkap Billy di sela test drive Honda all new BR-V di Ungaran, Jawa Tengah.

Halaman:

Editor: Mufrod

Tags

Terkini

X