Ridwan Kamil pro IKN baru di Kalimantan hingga singgung Edy Mulyadi, apakah pertanda khusus?

- Rabu, 26 Januari 2022 | 20:28 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Hops.ID  Nama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil digadang-gadang menjadi salah satu calon kuat pemimpin Ibu Kota Negara (IKN) baru. Banyak pihak yang menjagokannya karena menganggap mantan Walikota Bandung itu berkompeten. 

Selain itu, ia dianggap sesuai dengan bocoran sosok pemimpin IKN dari Presiden Jokowi. Sebagaimana diketahui, Jokowi pernah mengungkap jika kursi tersebut akan diisi oleh orang yang berpengalaman menjadi pemimpin daerah dan punya latar belakang pendidikan arsitek.

Kini, salah satu tanda kembali muncul jika Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil akan menjadi pemimpin IKN. Setidaknya, banyaknya pertanda ini menempatkannya sebagai sosok yang paling berpeluang di antara banyak calon lain, seperti Komisaris Pertamina saat ini, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok atau Menteri Sosial, Tri Risma Harini. 

Baca Juga: Ririe muncul ceritakan masa lalu, ini tanggapan Nissa dan Ayus Sabyan soal nyinyiran netizen: Kita harus...

Kang Emil bahkan sampai mejabarkan jika memang konsep IKN banyak dimulai dari daerah sepi dan kemudian menjadi maju.

”DARI SEPI MENJADI MAJU, Itulah sejarah semua peradaban kota-kota besar dunia. Dari Shenzen yang dulunya padang rumput sampai Dubai yang dulunya padang pasir, semua ceritanya sama,” katanya seperti yang dikutip Hops.ID dalam sebuah ungahan di akun Instagram pribadinya @ridwankamil pada Rabu, 26 Januari 2022.

Dalam postingan itu, Kang Emil juga mengunggah video yang menggambarkan transformasi ibu kota beberapa negara yang dulunya juga merupakan tempat yang sepi. Seperti Shenzen, China dan Seoul, ibu kota Korea Selatan.

Baca Juga: 5 Fandom K-Pop terkuat di dunia, BLINK dan ONCE nomor berapa?

Ridwan Kamil menyayangkan pernyataan Edy Mulyadi

Edy Mulyadi dalam video klarifikasi yang diunggah di saluran YouTube miliknya. (YouTube Bang Edy Mulyadi)

Kang emil juga menyayangkan pernyataan Edy Mulyadi yang tidak setuju dengan pemindahan IKN yang disampaikan dengan kata-kata yang kurang baik. “JADI jika seorang Edy Mulyadi tidak setuju pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan dengan memilih diksi lisan yang akhirnya ditafsir menghinakan Kalimantan, tentulah sangat disesalkan,” tulisnya.

Dia juga menilai pernyataan mantan Caleg PKS itu membuat negara menjadi ramai kembali, setelah sebelumnya sempat dibuat gaduh oleh pernyataan anggota DPR RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan yang dinilainya merendahkan Orang Sunda.

Halaman:

Editor: Nariyati

Sumber: Instagram @ridwankamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini