Usai diberi upah murah, warga di lokasi syuting KKN Desa Penari kembali dibuat kecewa oleh pembuat film

- Minggu, 22 Mei 2022 | 17:28 WIB
Film KKN di Desa Penari juga tayang di Singapura, netizen tanya judulnya jadi apa (Instagram/kknmovie)
Film KKN di Desa Penari juga tayang di Singapura, netizen tanya judulnya jadi apa (Instagram/kknmovie)

Maka itu, sejumlah warga kini berikhtiar untuk menagih janji kepada sejumlah kru dan produser film KKN Desa Penari. Terlebih, sebelumnya mereka pernah dijanjikan akan nonton bareng film tersebut secara bersama-sama di bioskop, tepat saat film itu diputar.

Baca Juga: Peringati 24 tahun Reformasi, Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat bakal kepung Istana

"Dulu mereka janji, katanya kami warga Ngluweng, yang membantu proses syuting dan jadi figuran, akan diajak ke bioskop nonton film gratis. Tapi sampai filmnya viral sekarang, ternyata belum diajak. Tapi kami maklum mungkin mereka lupa karena jadwal pemutarannya mundur terus karena pandemi," kata Istri Rahayu. 

Lebih lanjut, Istri Rahayu mengaku, bahwa sejak selesai proses syuting hingga saat ini, belum ada perwakilan dari produser atau kru film yang datang lagi ke dusun mereka. 

Baca Juga: Ribuan Massa petani, buruh, pelajar dan mahasiswa kepung wilayah Patung Kuda, kawal 3 agenda ini

Menurut Istri, sejak film KKN Desa Penari viral, sudah ada produser film layar lebar lain yang menghubungi dirinya ingin produksi film lagi. Namun, ia tidak mengetahui film apa yang akan diproduksi kali ini.

"Orang itu minta dicarikan lokasi joglo, tetapi joglonya terbuka. Sudah ada yang cocok kemarin, cuma tidak tahu syutingnya kapan," katanya lagi.

Sebelumnya, dilansir dari Hops.ID pada 19 Mei 2022, warga lokal pemeran figuran film KKN Desa Penari dikabarkan mendapat upah murah.

"Saya itu didapuk (dilibatkan) jadi hantu. Selain itu saya juga ikut jaga di sini. Ternyata capek ikut syuting itu,"

"Bayangkan mata tak boleh berkedip dalam waktu yang lama. Kami dibayar Rp75 ribu sekali pengambilan gambar," tutur Subardo sang pemain figuran.***

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: jogja.suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini