Lawan Rezky Aditya, Wenny Ariani ditolong kasus jenderal menteri kesayangan Soeharto

- Selasa, 31 Mei 2022 | 12:45 WIB
Lawan Rezky Adhitya, Wenny Ariani tertolong kasus jenderal menteri kesayangan Soeharto (Kolase Instagram @wenny_kekey_real, Instagram @machicamochtar70)
Lawan Rezky Adhitya, Wenny Ariani tertolong kasus jenderal menteri kesayangan Soeharto (Kolase Instagram @wenny_kekey_real, Instagram @machicamochtar70)

Hops.ID - Wenny Ariani tertolong dengan kasus jenderal menteri kesayangan Soeharto lho, dalam perjuangan menuntut Rezky Aditya sebagai ayah biologis dari Naira Kaemita atau Kekey. Lho kok bisa sih.

Jadi begini, tahu kan guys, kasus Wenny Ariani melawan Rezky Aditya ini kan berujung pada penetapan Rezky ayah biologis Kekey yang dilahirkan oleh Wenny. Putusan Pengadilan Tinggi Bandung yang tetapkan Rezky ayah biologis Kekey itu mengacu pada Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010.

Nah putusan MK itu, buat kamu yang belum tahu nih, merupakan putusan kasus Moerdiono, jenderal menteri kesayangan Soeharto lho. Penasaran ya, yuk simak yuk.

Baca Juga: Pacar Eril anak Ridwan Kamil, Nabila Ishma buat kalimat menyentuh sambil bagikan foto mesra: Aku di sini...

Wenny ditolong kasus jenderal menteri kesayangan Soeharto

Putusan Pengadilan Tinggi Bandung soal Rezky Aditya sebagai ayah biologis Kekey pada 20 Mei lalu membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang itu.

Putusan Pengadilan Tinggi Bandung itu ternyata menggunakan payung hukum kasus Moerdiono, jenderal menteri jenderal kesayangan Soeharto dalam putusan MK 46/PUU-VIII/2010.

Dalam putusannya, majelis Pengadilan Tinggi Bandung menggunakan bukti kutipan catatan akta kelahiran dari Kekey, nggak menggunakan bukti tes DNA.

Baca Juga: MU lanjutkan pembicaraan dengan Darwin Nunez, Benfica incar Joao Pedro dari Watford

Jadi putusan MK Nomor 46 itu merupakan kasus sengketa antara Moerdiono dengan istri sirinya, penyanyi Machica Mochtar. Jadi Moerdiono yang merupakan Menteri Sekretaris Negara pada zaman Soeharto itu mengawin siri Machica pada 1993.

Halaman:

Editor: Amal Nur Ngazis

Sumber: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Mahkamah Agung

Tags

Artikel Terkait

Terkini