Kronologi tewasnya Rina Arano, pemain film dewasa Jepang yang mati dengan tubuh terikat tanpa busana di pohon

- Minggu, 3 Juli 2022 | 09:29 WIB
Hutan Hitachiota, Ibaraki, Jepang. Lokasi tewasnya Rina Arano (Instagram @rio_travel_work)
Hutan Hitachiota, Ibaraki, Jepang. Lokasi tewasnya Rina Arano (Instagram @rio_travel_work)

Hops.ID - Rina Arano dikabarkan tewas setelah beberapa hari lalu ia menghilang tanpa kabar. Jasadnya ditemukan tewas terikat pada sebuah pohon.

Rina Arano merupakan seorang wanita asal Jepang yang berprofesi sebagai pemain film dan model majalah dewasa yang cukup terkenal. Kariernya dalam dunia perfilman dewasa terbilang sukses. Selain itu ia juga bekerja sebagai model dan mendapatkan bayaran 100 ribu yen atau sekitar 11 juta setiap kali pemotretan.

Lantas bagaimana kronologi meninggalnya pemain film dewasa Rina Arano? Simak beritanya berikut ini.

Kronologi dan misteri kematian Rina Arano berawal dari laporan pihak keluarganya kepada polisi setelah ia tidak dapat dihubungi dalam kurun waktu tiga hari terakhir.

Baca Juga: Akhirnya terungkap: Penghina Thahjo Kumolo ternyata dukung Anies AHY di Pilpres 2024, ini faktanya

Dikutip dari Pikiran Rakyat.com pada Sabtu, 2 Juli 2022, tepatnya pada tanggal 8 Juni lalu pihak kepolisian mendapatkan laporan atas hilangnya seorang wanita yang bernama Rina Arano. Kemudian pada saat itu pula polisi langsung melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan pemain film dewasa tersebut.

Proses pencarian yang pertama kali dilakukan oleh pihak kepolisian adalah dengan memeriksa rekaman CCTV yang ada di Stasiun Kereta Api Ibaraki untuk mencari tahu mengenai aktivitas terakhir Rina Arano.

Dari rekaman CCTV tersebut pada tanggal 5 Juni 2022, Polisi menemukan sebuah petunjuk yaitu adanya aktivitas Rina Arano yang memasuki sebuah mobil seorang laki-laki yang sudah diketahui identitasnya bernama Hiroyuki Senpei.

Setalah melakukan penelusuan dan penyelidikan lebih jauh ternyata keduanya pernah berkomunikasi dan berbalas pesan melalui Twitter sebelum Rina Arano dikabarkan menghilang.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini