Air mata Annisa Pohan menetes ketika jantung calon bayinya tak berdetak: Berharap waktu yang menyembuhkan

- Selasa, 5 Juli 2022 | 18:11 WIB
Istri AHY ini mengaku jika sudah tidak ada detak jantung di usia kandungan 7 minggu dan sang jabang bayi tidak bisa dipertahankan.
Istri AHY ini mengaku jika sudah tidak ada detak jantung di usia kandungan 7 minggu dan sang jabang bayi tidak bisa dipertahankan.

"Kehamilan saya dinyatakan tidak berkembang di usia 7 minggu, ukuran babynya terlalu kecil dan tidak ada detak jantungnya, sehingga tidak dapat dipertahankan," tambah Anisa Pohan.

Atas alasan itulah dokter menyarankan Annisa Pohan untuk melakukan kuret pada Sabtu, 2 Juli 2022 lalu.

Baca Juga: Sempat biarkan anak-anaknya makan nasi dan kerupuk, Kiwil akui tak bisa beli makan karena sepi job

"Saran dokter agar segera dikeluarkan dan dibersihan dengan sistem ERPOC (serupa dengan kuret bahasa umumnya), dan telah dilakukan kemarin 2 Juli 2022," ucapnya dalam instagram @annisayughoyono pada Minggu 3 Juli 2022.

Istri dari Ketua Umum Partai Demokrat ini mengatakan jika keguguran yang dialaminya saat itu cukup berat bagi keluarganya.

Tak heran jika Annisa Pohan tak bisa menahan air matanya saat kehilangan calon anak yang ditunggu-tunggu kehadirannya  pergi dan berharap kesedihannya itu akan hilang seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Mimpinya jadi atlet badminton terwujud di Tepok Bulu 22, Raisa tak kapok rematch dengan Hesti dan Ericarl lagi

"Dan ketika harus mengalami keguguran, tentu menjadi hal yang sangat berat untuk kami. Namun kami ikhlas, dan meyakini bahwa ketetapan Allah SWT adalah yang terbaik. Walau begitu, kami hanya hamba Allah yang lemah, airmata dan sedih ini susah sekali untuk dibendung, dan berharap waktu yang akan menyembuhkannya," terangnya.

Namun Annisa masih bisa bersyukur karena dua sosok terkasih yang ada dalam hidupnya tak pernah pergi dari sisinya.

Meskipun sedih, namun kehadiran sang suami AHY dan anaknya Almira sedikit menghilangkan rasa dukanya kehilangan si jabang bayi.

Halaman:

Editor: Wefni Azlen

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini