Trending

HRS diserang kasus bertubi-tubi, FPI baca skenario janggal ini

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan membatalkan surat perintah penyidikan (SP3) kasus dugaan chat mesum Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Firza Husein. Dengan begitu, Polisi tentu punya kewajiban membuka kembali kasus yang sempat menghebohkan publik dua tahun lalu itu.

Terkait hal ini, Kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar merespons putusan PN Jaksel. Dia menyebut, dicabutnya SP3 atas kasus dugaan chat mesum HRS dan Firza sebagai pengalihan isu.

Di mana pengalihan isu yang dimaksud adalah dari kasus penembakan enam orang laskar FPI oleh aparat kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya

  • “Kami menduga ini tidak lebih dari upaya pengalihan isu atau bahasa intelijennya deciption terkait dengan pengusutan masif kabar-kabar atau desakan-desakan untuk mengusut tuntas kasus dugaan pembantaian enam syuhada laskar FPI di mana ini makin menunjukkan titik terang,” kata Aziz disitat Rabu 30 Desember 2020.

    Selain itu, Aziz juga mengaku heran dengan dikeluarkannya putusan praperadilan terkait kasus pimpinan FPI tersebut.

    Habib Rizieq ditahan polisi. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras
    Habib Rizieq ditahan polisi. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras

    Ia lantas membandingkannya dengan gugatan praperadilan yang diajukan FPI terkait dengan penetapan tersangka dan penahanan Rizieq Shihab dalam kasus kerumunan di Petamburan.

    Diketahui, putusan perkara chat mesum dengan tersangka Rizieq Shihab teregister dengan nomor 151/Pid.Prap/2020/PN.Jkt.Sel.

    Kasus bertubi HRS pengalihan isu

    Lebih jauh, Aziz kemudian mencium gelagat janggal dari sejumlah kasus bertubi-tubi yang mendera pimpinan FPI HRS. Sebut saja mulai dari kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

    Lalu dikaitkan pula dengan kasus lahan markas FPI di Megamendung, Jawa Barat. Dan yang terbaru, dibukanya kembali kasus dugaan chat mesum antara Habib Rizieq dengan Firza Husein.

    “Kemudian sekarang kasus ini (chat mesum), bertubi-tubi ini arahnya seperti itu, maka itu alasannya untuk kaburkan perkara lain yang sedang berlansung,” katanya.

    Adapun, dia menyebut janggal, karena perkara dugaan chat mesum itu sudah ada putusannya dari majelis hakim. Maka itu, FPI melihat dibukanya kasus ini syarat kejanggalan, salah satunya terkait register nomor kasus.

    “Arahnya seolah menghakimi, saya tanya buktinya mana? Ini adalah upaya pengalihan isu,” katanya.

    Front Pembela Islam. Foto: Dok Antara.
    Front Pembela Islam. Foto: Dok Antara.

    Sekadar diketahui, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan Polisi wajib membuka kembali kasus chat mesum HRS dan Firza Husein. Ini artinya SP3 kasus dugaan esek-esek keduanya tidak berlaku. Pertimbangan hakim menyebut, demi kepentingan umum.

    Sekadar diketahui, kasus yang sempat bikin heboh publik di Tanah Air ini memang sempat dihentikan Polisi pada 2018. Polisi ketika itu menghentikan kasus ini lantaran tidak menemukan siapa pihak pengunggah dugaan chat mesum antara HRS dan Firza.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close