Trending

Bagaimana hukum bayar zakat ke korban corona, ini jawaban MUI

Pemanfaatan zakat fitrah yang wajib dibayarkan umat muslim jika diberikan kepada para korban corona menurut MUI diperbolehkan. Aturan hukum tersebut dituangkan melalui fatwa Nomor 23 Tahun 2020.

Dalam fatwa MUI tersebut tertuang pemanfaatan Zakat, infaq dan sedekah yang harus dikeluarkan seluruh umat muslim di masa pandemi corona. Peruntukannya zakat fitrah sendiri diperbolehkan diberikan kepada korban terdampak corona, yang mengalami kesulitan ekonomi.

Dikeluarkannya fatwa tersebut, menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh, penyusunan fatwa dilakukan dengan kesadaran penuh organisasi lintas muslim sebagai langkah menghadapai dan mendapatkan solusi dari permasalahan yang dihadapi umat dan bangsa.

Pembayaran zakat fitrah Foto: Suara

“Fatwa tersebut disusun sebagai kesadaran penuh organisasi entitas ulama untuk menghadirkan pranata agama sebagai solusi yang dihadapi oleh umat dan bangsa, guna kepentingan mencegah, menangani dan juga menanggulangi Covid-19, serta dampak ikutannya, baik dampak kesehatan, dampak sosial, maupun dampak ekonomi,” kata Asrorun.

Baca juga: Pelaku bully penjual Jalangkote ternyata tukang setrum

Bahwa zakat merupakan jenis ibadah mahdlah sebagai rukun Islam yang ketentuannya diatur secara khusus berdasarkan syariat Islam. Dampak wabah corona tidak hanya terhadap kesehatan saja, tetapi mencakup aspek sosial, ekonomi, budaya, dan sendi kehidupan lain.

Pemanfaatan zakat sendiri menurut MUI berpotensi bisa digunakan untuk penanggulangan wabah corona kepada seluruh umat manusia dan masyarakat. Karena pandemi ini berdampak pada perekonomian yang membuat banyak masyarakat sulit, karenanya harta infak dan shadaqah bisa digunakan dan disalurkan kepada para korbaan corona.

Ilustrasi bantuan diterima warga
Ilustrasi bantuan bagi masyarakat Foto: Antara

Pemanfaatan harta zakat untuk penanggulangan wabah COVID19 dan dampaknya, hukumnya boleh dengan dhawabith sebagai berikut:

Penerima termasuk salah satu golongan (asnaf) zakat, yaitu muslim yang fakir, miskin, amil, muallaf, yang terlilit hutang, riqab, ibnu sabil, dan/atau fi sabilillah. Harta zakat yang didistribusikan boleh dalam bentuk uang tunai, makanan pokok, keperluan pengobatan, modal kerja, dan yang sesuai dengan kebutuhan mustahiq.

Pemanfaatan harta zakat boleh bersifat produktif antara lain untuk stimulasi kegiatan sosial ekonomi fakir miskin yang terdampak wabah. Penerima manfaat termasuk golongan (asnaf) fi sabilillah, pemanfaatan dalam bentuk aset kelolaan atau layanan bagi kemaslahatan umum, khususnya kemaslahatan mustahiq, seperti untuk penyediaan alat pelindung diri, disinfektan, dan pengobatan serta kebutuhan relawan yang bertugas melakukan aktifitas kemanusiaan dalam penanggulangan wabah.

Pembayaran zakat fitrah Foto: Suara

Zakat mal boleh ditunaikan dan disalurkan lebih cepat (ta‘jil alzakah) tanpa harus menunggu satu tahun penuh (Hawalan alhaul), apabila telah mencapai nishab. Zakat fitrah boleh ditunaikan dan disalurkan sejak awal Ramadhan tanpa harus menunggu malam idul fitri. Kebutuhan penanggulangan wabah COVID-19 dan dampaknya yang tidak dapat dipenuhi melalui harta zakat, dapat diperoleh melalui infaq, shadaqah, dan sumbangan halal lainnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close