News

HUT PKI ke-100 tepat malam takbiran, Tengku Zul: TNI harus waspada!

Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Komunis Indonesia (PKI) ke-100 akan jatuh pada Sabtu besok, 23 Mei 2020, tepat di malam takbiran. Atas hal ini Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Tengku Zulkarnain pun mewanti-wanti agar TNI waspada.

Sosok Tengku Zul sendiri kerap mengingatkan masyarakat tentang bahaya kebangkitan PKI di Tanah Air. Bahkan, pria 56 tahun itu sampai mengetahui banyak hal mengenai partai berlambang palu arit tersebut.

Baca Juga: Pemerintah tetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah 24 Mei 2020, lebaran minggu

Pekan lalu, melalui akun Twitter pribadinya, Tengku Zul menyampaikan harapannya agar TNI bisa menjaga situasi negara agar tetap kondusif di HUT PKI yang jatuh tepat di malam takbiran.

HUT PKI. Foto: Dok Historia.
HUT PKI. Foto: Dok Historia.

“Tanggal 23 Mei 2020 adalah hari lahirnya Partai Komunis Indonesia. Hari itu adalah hari jadi PKI ke-100 tahun. TNI siap dan waspada, rakyat juga siap dan wasapada. (Karena) waspada itu perintah Allah dan Rasulnya. Kita jangan lengah, musuh terbesar komunis adalah agama,” tulisnya melalui akunny @ustadtengkuzul, disitat Hops, Jumat 22 Mei 2020.

Hal lain yang belakangan ia soroti, adalah HUT PKI tahun ini bakal bertepatan dengan hari besar agama Islam, yakni malam takbiran atau sehari sebelum lebaran. Tengku Zul mengingatkan umat muslim untuk tetap di rumah dan mengisinya dengan kegiatan yang mengandung muatan agama.

“Hari ulang tahun PKI tahun ini bertepatan dengan malam takbiran. Kebiasaan PKI dulu itu kalau sedang HUT, mereka bakal merayakannya dengan kledekan, nyanyi-nyanyi dan joget riang gembir. Umat muslim malam lebaran ini takbir, tahmid, dan tahlil saja, siap?” cuitnya.

Pada salah satu cuitannya, ada warganet yang mengatakan bahwa Islam lebih besar dari PKI. Sehingga, rasa takut yang kerap disampaikan Tengku Zul sama sekali tak beralasan, bahkan terkesan berlebihan.

Namun, pria yang selalu mengenakan pakaian serba putih itu menegaskan, bahwa dirinya tak merasa takut, melainkan hanya waspada.

“Waspada sama PKI, bukan takut. Sejak dulu, banyak anggota PKI yang di KTP tertulisnya Islam, tapi mereka membunuh umat Islam, kiyai, dan santri, jadi waspada,” kata dia.

HUT PKI. Foto: Dok Historia.
HUT PKI. Foto: Dok Historia.

Sekadar diketahui, berdasarkan literatur, PKI didirikan pada 23 Mei 1920 sebagai perubahan dari ISDV atau Indische Sociaal Democratische Vereeniging. ISDV sendiri didirikan Henk Sneevliet, yang membawa komunisme ke Indonesia dari Belanda bersama sekira 60 orang sosialis demokrat di Hindia Belanda.

Barulah pada Kongres II yang digelar Juni 1924, kelompok tersebut berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia, dan menjadi partai pertama yang menggunakan nama “Indonesia”. (Jalaludin Rumi)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close