Fit

Jokowi sebut pandemi terkendali, wakil ketua IDI pertanyakan parameter yang digunakan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu melontarkan pernyataan yang memicu pembicaraan publik. Ia menyebut RI berhasil mengendalikan covid-19.

Ucapan Jokowi juga dipertanyakan sejumlah kalangan medis, hingga epidemolog. Pasalnya, data yang disebutkan Jokowi berbanding terbalik dengan jumlah yang dihimpun pihak medis. Terlebih mengingat, saat ini kasus virus corona di Indonesia terus naik.

Jokowi saat umumkan nama enam menteri baru. Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Jokowi saat umumkan nama enam menteri baru. Foto: YouTube Sekretariat Presiden

Pernyataan Jokowi juga disorot oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto. Ia menyebut bahwa dirinya tidak tahu parameter yang digunakan Presiden Joko Widodo.

Diketahui per hari ini Kamis 28 Januari 2021 Indonesia sudah menembus angka 1.037.993 orang. Kasus positif covid-19 ini juga diiringi dengan laporan kematian yang tak kalah tinggi.

“Saya tidak tahu parameter yang digunakan Pak Jokowi, saya tidak tahu. Tapi parameter yang ada itu dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu angka kematian dan angka infeksi,” kata Slamet dikutip dari Kompas, Kamis 28 Januari 2021.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa seharusnya disebut terkendali apabila angka kematian dan infeksi sama-sama memiliki indikasi menurun. Jika keduanya ditemukan naik itu artinya pandemi belum terkendali.

“Sedangkan kita kan angka kematian tertinggi di ASEAN ya. Angka infeksinya juga tertinggi. Jadi saya tidak tahu parameternya apa yang digunakan Pak Jokowi,” ujarnya.

Belum terlambat kendalikan pandemi

Di sisi lain disebutkan bahwa Indonesia belum terlambat mengendalikan pandemi. Menurutnya Pandemi bisa dikendalikan jika pemerintah dan masyarakat sama-sama bisa berperan.

“Keterlibatan masyarakat yaitu disiplin menggunakan masker. Jadi bukan pemerintah saja,” ujarnya.

Kalster yang menyebar kini bukan hanya dari keluarga melainkan beda rumah mulai dari pekerja rumah tangga, supir, kerabat, dan lainnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut sepanjang 2020 dan memasuki 2021 Indonesia menghadapi berbagai cobaan yang sangat berat.

Salah satu ujian itu berupa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

Namun, Jokowi mengklaim, Indonesia bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik.

“Kita bersyukur Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik,” kata Jokowi dalam acara Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-gereja (PGI) di Indonesia melalui tayangan YouTube Yakoma PGI, Senin 25 Januari 2021.

Adapun, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia tercatat di atas 200 pasien dalam sebulan terakhir.

Selain mencatat jumlah tertinggi, 387 pasien dalam sehari pada Rabu kemarin, Indonesia juga mencatat sejumlah angka kematian melebihi 300 orang dalam sehari.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close