Fit

IDI: Kepercayaan Pemerintah harus ditingkatkan pasca setahun covid-19

IDI punya 4 saran strategi bagi Pemerintah agar covid-19 lekas teratasi.

Setahun berlangsungnya covid-19 dimaknai sebagai introspeksi bagi penduduk dunia. Di Indonesia tahap vaksinasi diwarnai dengan isu menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ‘gerak’ pemerintah untuk mengatasi pandemi covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Terpilih IDI Adib Khumaidi, lewan seminar daring ia mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah harus ditingkatkan setelah setahun pandemi Covid-19 melanda negeri ini.

“Yang paling penting sekarang yang harus dimunculkan adalah trust (kepercayaan), trust masyarakat kepada pemerintah harus ditingkatkan. Di awal pandemi ada beban permasalahan itu yang kemudian sekarang dicoba diperbaiki, memang masih membutuhkan waktu,” ujarnya lewat seminar daring bertajuk Diskusi daring Media 1 tahun Pandemi Covid di Indonesia pada 1 Maret 2021.

Sementara itu setahun pandemi ini, ia mengakui, tren kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah cenderung meningkat. “Kalau kita lihat dalam tren memang kepercayaan masyarakat kepada pemerintah mulai naik,” ucapnya.

Meningkatnya kepercayaan masyarakat itu, menurut IDI, dapat dijadikan momentum untuk merangkul seluruh komponen atau organisasi di masyarakat dalam rangka menangani pandemi bersama-sama.

“Ini tren positif yang harus dijaga benar, dan program-program pemerintah harus dilakukan dengan upaya-upaya semaksimal mungkin dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Ilustrasi dokter
Ilustrasi dokter. Unsplash Photo by Hush Naidoo on Unsplash

4 Strategi turunnya covid-19

Di samping itu, Adib mewakili IDI juga menyampaikan bahwa pihaknya memiliki empat strategi dalam penanganan pandemi Covid-19. Menurutnya banyak hal yang harus terus diupayakan pemerintah untuk memastikan virus COVID-19 dapat segera tertangani dengan baik.

Menjaga jumlah ketersediaan ruang rawat bagi pasien corona hingga penambahan tenaga kesehatan jadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemerintah saat ini.

“Upaya yang harus kita lakukan adalah tetap menjaga untuk terkait dengan penambahan ruang rawat jika ada eskalasi jumlah pasien yang meningkat, penambahan ketenagaan, mempertegas rujukan berjenjang, maksimalkan peran Puskesmas perawatan untuk OTG dan ringan dan preventif promotif dan deteksi dini,” ujarnya dilansir Tempo.

Tak cuma itu, ia membeberkan setidaknya empat strategi besar yang bisa ditempuh suatu negara. Berikut ini ringkasannya.

Ilustrasi dokter gigi
Ilustrasi dokter gigi foto: Istimewa

1.Perkuat sinergi

Memperkuat sinergi bisa dilakukan dengan menghadirkan regulasi tentang sistem kesehatan nasional agar lebih fleksibel dan siap dalam menghadapi kondisi darurat seperti pandemi.

Sinergi yang dimaksud adalah penguatan Puskesmas dalam rangka meningkatkan fungsi promotif dan preventif serta peran kesehatan di daerah sulit, sinkronisasi sektor hulu dipercaya mampu dapat memperbaiki sistem kesehatan hingga ke tingkat paling bawah.

“Fokus utama mengatur mengenai perlindungan dan hak tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan,” ucap Adib.

2.Strategi

Strategi dimaksudkan dengan melakukan penyiapan dari sistem kesehatan yang kemudian didukung regulasinya. Ia menyebut perlu ada upaya di dalam penyiapan teknis sistem kesehatan terintegrasi salah satunya yaitu menyiapkan rumah sakit yang khusus untuk menangani penyakit yang berpotensi wabah.

Pembagian rumah sakit itu, kata Adib, jelas akan berdampak nantinya pada maksimalnya proses penanganan baik pada pasien korban pandemi atau non pandemi.

Ia menganggap pelayanan kesehatan esensial ini masih menjadi satu beban yang juga harus diselesaikan oleh negara.

“Jadi tetap harus ada klastering untuk memisahkan antara pelayanan COVID-19 dan non COVID-19 dengan protokol kesehatan yang memadai, melakukan penataan sistem rujukan dan distribusi, melakukan pendataan terhadap kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan, mendorong Indonesia menjadi pusat penyakit menular, meningkatkan anggaran program kesehatan dan juga membangun dan mengembangkan digital teknologi informasi di bidang kesehatan,” ungkap Adib.

3.Perkuat industri dan teknologi kesehatan

Langkah itu, dapat ditempuh dengan membangun dan mengembangkan industri kimia dasar, mempercepat transfer teknologi, membangun infrastruktur dan mempercepat pusat penelitian dan pengembangan sebagai prioritas nasional.

4.Perkuat kesadaran dan kepatuhan masyarakat

Adib menilai Indonesia memiliki modal sosial kuat, sehingga hal itulah kini yang harus dimanfaatkan pemerintah. Salah satunya yakni memperkuat literasi hingga penekanan akan pentingnya penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi.

“Dengan memprioritaskan program promotif dan preventif, mendorong masyarakat untuk pola hidup sehat, memberdayakan organisasi informal, meningkatkan ketersediaan literasi dan sumber informasi tentang COVID-19 untuk menangkal hoaks terkait dengan masalah informasi COVID,” kata Adib.

“Kita punya modal sosial yang kuat, kita punya modal sosial yang besar yang ini bisa dilakukan upaya-upaya untuk mendorong untuk kita bisa menyelesaikan pandemi di Indonesia,” tutupnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close