Trending

Ikut desak Israel, ternyata Rusia punya senjata ‘Kiamat’ berkekuatan dewa

Setelah Israel kembali bersitegang dengan Palestina, Presiden Rusia Vladimir Putin ikut angkat bicara dan mendesak agar segera diberhentikannya aksi saling serang tersebut. Ditelusuri lebih lanjut, ternyata Rusia memiliki senjata yang dijuluki sebagai ‘Nuklir Hari Kiamat’.

Menurut laporan kantor berita TASS, jauh-jauh hari sebelum mencuatnya konflik Palestina-Israel yang kembali berkecamuk, senjata ‘kiamat’ milik Rusia sempat menghebohkan dunia internasional.

Bayangkan saja, senjata kiamat berbentuk drone air alias torpedo raksasa ini memiliki daya ledak nuklir seberat hingga dua megaton.

Makanya tak heran jika senjata pemusnah mematikan ini disebut-sebut sebagai senjata hari kiamat.

Pencapaian adanya senjata nuklir dan sejumlah proyek senjata strategis Rusia lainnya disampaikan oleh Presiden Valdimir Putin dalam konfefrensi pers tahunan, Desember 2020 silam.

Dalam kesempatan itu, salah satu yang dibahas adalah mengenai senjata bernama Poseideon.

Sebagiaman diketahui nama Poseidon sendiri diambil dari dewa dalam mitologi Yunani yang digambarkan sebagai sosok penguasa air, seperti di laut, sungai, danau, dan sebagainya.

Ilustrasi Dewa Poseidon. Foto: Mythosmythgreek
Ilustrasi Dewa Poseidon. Foto: Mythosmythgreek | Ikut desak Israel, ternyata Rusia punya senjata ‘Kiamat’ berkekuatan dewa

Presiden Putin menegaskan, bahwa proses pembuatan Poseidon telah memasuki tahap akhir dan berjalan dengan sangat baik hingga saat ini.

“Poseidon (kendaraan bawah air tak berawak bertenaga nuklir), pekerjaannya berjalan dengan baik,” ujar Putin.

Kemampuan yang dimiliki senjata nuklir hari kiamat ini juga tak main-main. Bayangkan saja, senjata ini memiliki jangkauan hingga 10.000 kilometer jauhnya sehingga dapat mengaruhi luasnya lautan di dunia.

Sebagai perbandingan jika Poseidon diluncurkan dari Laut Barents atau Kutub Utara, maka nuklir berbentuk torpedo ini mampu melintas hingga ke Atlantik bagian Utara.

Kemudian ketika meledak, hulu ledak Poseidon ini mampu menciptakan guncangan serta gelombang tsunami sampai setinggia puluhan meter.

Menanggapi adanya senjata mematikan ini, dunia termasuk pihak Amerika Serikat (AS) mengirim seorang utusan khusus untuk mengawasi senjata itu sejak pertangahan tahun 2020 silam.

Hingga pihak AS menyimpulkan dan mengecam tindakan Rusia agar segera memberhentikan pengembangan senjata poseidon.

Proses pembuatan hingga belasan ‘senjata kiamat’ siap jaga Rusia

Waspada Rusia punya senjata pemicu 'Kiamat', melesat antar benua, begini wujudnya | Ilustrasi senjata Poseidon. Foto: TASS, Pixabay
Ilustrasi senjata Poseidon. Foto: TASS, Pixabay

Sebelumnya, pada Maret 2019 lalu, Presiden Putin pernah menjelaskan bahwa Poseidon mampu meluluhlantakan bangunan, kapal induk, hingga sejumlah target serupa lainnya.

Empat bulan kemudian, Kementerian Pertahanan Rusia merilis sebuah video yang memarkan fasilitas dan proses drone nuklir tersebut dirakit. Di samping itu, sebuah film animasi juga dibuat untuk menunjukkan betapa dahsyartnya Poseidon ketika dipakai dalam situasi perang yang sesungguhnya.

“Drone memiliki beberapa keunggulan. Kapal selam dengan awak di atas kapal, tentu saja, adalah senjata yang kuat, tetapi ada batasan tertentu pada faktor manusia,” ujar mantan Kolonel Direktorat Intelijen Utama (GRU) Rusia, Alexander Zhilin saat diwawancara Sputnik Radio dan dikutip The Moscow Times.

“Poseidon secara praktis bisa waspada dan melakukan tugas kapan saja,” sambungnya.

Dalam rencananya, Rusia akan memakai 16 Poseidon untuk memperkuat garda terdepan pasukan tempur Armada Utara.

Pihaknya juga mengklaim bahwa Poseideon mampu menyelam dengan cukup dalam, sehingga dapat melawan sistem pertahanan rudal milik Amerika Serikat sekalipun.

Presiden Rusia Vladimir Putin desak hentikan konflik

Vladimir Putin. Foto: CGTN
Vladimir Putin. Foto: CGTN

Sebagaimana diketahui Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendesak Israel dan Palestina untuk menghentikan konflik yang terjadi.

Desakan ini disampaikan demi keselamatan warga negara kedua pihak yang berkonflik tersebut.

Menyitat APF, Vladimir Putin dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres sepakat untuk bersama-sama menyerukan diakhirinya pertempuran antara Israel dan Palestina. Keduanya menyuarakan ini setelah konflik antara Israel dan Palestina semakin membesar.

“Mengingat eskalasi konflik Palestina-Israel, disebutkan bahwa tugas utama adalah menghentikan tindakan kekerasan di kedua sisi dan memastikan keselamatan penduduk sipil,” kata pihak Istana Kremlin.

Berdasarkan sumber Istana Kremlin, kedua pemimpin itu juga menyerukan dibicarakannya solusi untuk kedua negara tersebut. Ini dilakukan, demi terciptanya perdamaian di Israel dan Palestina.

Sedangkan Guterres mengatakan, PBB “sepenuhnya siap” untuk melanjutkan pekerjaan Kuartet dan mem

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close