Hobi

Ilmuwan penasaran dari mana asal mula air di Bumi, ungkap begini

Planet Bumi yang dihuni manusia terdiri dari sekitar 70 persen air dan merupakan elemen yang sangat penting untuk menunjang kehidupan. Namun pernahkah terpikir, dari mana asal mula air tersebut? Ilmuwan pun mencoba mencari jawaban atas pertanyaan itu.

Pertanyaan tersebut pun semakin dekat kepada titik terang setelah pada Selasa pekan lalu, kelompok ilmuwan asal Perancis melaporkan dalam jurnal Science yang menyebut bahwa air di bumi berasal dari batuan luar angkasa dan mengindikasikan bahwa Bumi telah basah sejak awal terbentuk.

Muslima Fest

Baca juga: Jual hasil foto di 5 aplikasi ini bisa datangkan cuan yang lumayan

Ahli kosmokimia, Laurette Piani, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa temuan tersebut bertentangan dengan teori umum yang menyebut bahwa air di bumi berasal dari komet atau asteroid.

Tim peneliti menemukan bahwa jika berdasarkan teori umum tersebut, ternyata batuan telalu panas untuk membentuk es. Ini yang kemudian menjelaskan mengapa Merkurius, Venus dan Mars tandus tidak seperti Bumi.

Oleh karena itu, para ilmuwan berteori bahwa air datang setelahnya dan dugaan utamanya adalah meteorit yang dikenal sebagai carbonaceous chondrites yang kaya akan kandungan mineral hidrogen.

bumi punya bulan baru
Ilustrasi asteroid. Photo: Pixabay

Namun, yang menjadi masalah adalah komposisi kimianya ternyata tidak cocok dengan batuan yang ada di planet kita. Carbonaceous chondrites juga terbentuk di luar tata surya kita, sehingga kecil kemungkinannya batuan itu bisa sampai bumi.

Dalam studi terbaru, peneliti menemukan bahwa kelompok meteorit lainnya, yang disebut enstatite chondrites memiliki kesamaan unsur kimiawi yang mirip dengan di bumi.

Ini menunjukkan bahwa mereka adalah blok penyusun Bumi dan planet dalam lainnya yakni, Merkurius, Venus dan Mars.

Batuan itu sekarang cukup langka dan hanya menyusun sekitar dua persen dari meteorit yang diketahui dan sulit untuk menemukannya dalam kondisi murni dan tidak tercemar.

Tim ahli menemukan bahwa bebatuan tersebut mengandung cukup hidrogen untuk memberi Bumi setidaknya tiga kali massa air samudera dan mungkin lebih.

Para ilmuwan pun mengukur dua isotop hidrogen karena proporsi relatifnya sangat berbeda dari satu benda langit ke benda lainnya.

Bawah laut
Bawah laut. Foto: Gerald Lobenwein dari Pixabay

“Kami menemukan komposisi isotop enstatite chondrite serupa dengan salah satu air yang disimpan di mantel bumi,” kata Piani seperti dikutip dari Science Alert pada Selasa, 1 September 2020.

Komposisi isotop samudera ditemukan konsisten dengan campuran yang mengandung 95 persen air dari enstatite chondrite yang menjadi bukti selanjutnya bahwa ini bertanggung jawab atas sebagian besar air yang ada di bumi.

Selanjutnya, para peneliti juga menemukan bahwa isotop nitrogen dari enstatite chondrite mirip dengan Bumi dan mengusulkan jika batuan ini juga bisa menjadi sumber komponen atmosfer Bumi yang melimpah.

Piani menambahkan bahwa penelitian tidak mengecualikan penambahan air di kemudian hari oleh sumber lain, seperti komet misalnya, tetapi menunjukkan bahwa enstatite chondrite berkontribusi secara signifikan terhadap munculnya air di Bumi pada saat terbentuk.

“Penelitian ini membawa elemen penting ke dalam teka-teki asal mula air di Bumi ini,” kata Anne Peslier, seorang ilmuwan planet NASA.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close