Trending

Iming-iming Ridwan Kamil, ajak warganya gak usah ngantor di Jakarta

Kasus COVID-19 di Jakarta masih tinggi. Walau begitu, sebagian besar perusahaan sudah beraktivitas kembali dan meminta pekerjanya masuk kantor. Hal ini rupanya bikin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil khawatir. Banyak warganya yang mencari nafkah di Ibu Kota, padahal Jakarta masih menjadi episentrum virus corona.

Makanya pihaknya lagi gencar promosi agar warga Jabar tak lagi ngantor di Jakarta. Mereka bisa kembali ke Jabar untuk membuka peluang usaha baru sekaligus menghindari risiko penularan penyakit di Jakarta.

Baca juga: Jadi korban penusukan, negara kasih uang ke Wiranto puluhan juta, pelaku penjara 12 tahun

“Kita lagi kampanye. Udahlah jangan ngantor (mencari kerja) di Jakarta lagi, ngantornya di Jawa Barat saja jauh dari penyakit, lahannya indah bisa produktif,” ujar Ridwan Kamil dalam pernyataan persnya, Jumat, 26 Juni 2020 dikutip dari Suara.com.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: Instagram @ridwankamil

Menyasar agrikultur

Agrikultur atau pertanian jadi salah satu sektor paling menjanjikan di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Oleh sebab itu, Ridwan Kamil menawarkan para milenial dan generasi di bawahnya (Gen Z) untuk mengembangkan pertanian.

Apalagi terbukti dengan data kalau pertanian merupakan bidang yang bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19. Di saat sektor lain seperti jasa dan manufaktur pertumbuhannya turun hingga 4 persen, COVID-19 menggerogoti pertumbuhan pertanian hanya 0,9 persen saja atau kurang dari 1 persen.

Perkebunan kopi
Perkebunan kopi. Foto: Pixabay

Pertanian yang dipadukan dengan teknologi tepat guna melalui program Desa Digital dapat menjadi masa depan Jabar pasca COVID-19. Untuk itu, Ridwan mengimbau masyarakat khususnya generasi muda, untuk kembali ke desa tapi dengan pendekatan digital.

“Pelajaran dari COVID-19, kembali ke desa. Tinggal di desa, rezeki kota, bisnisnya mendunia. Itu slogan baru, karena desanya sudah desa digital, jadi tinggal di desa menjauhi penyakit. Rezeki kota karena bisa online, dan mendunia karena sudah terkoneksi,” jelasnya.

Komoditas Jabar yang sedang naik daun. “Hasil penelitian, tanah Jawa Barat salah satu yang tersubur di dunia, sehingga menanam apa saja insyaallah berbuah dengan hasil yang maksimal. Kami punya komoditas-komoditas yang besar, kopi sedang naik daun, tembakau juga, karet, dan lain-lain. Kita bisa kembangkan karena tanah di Jawa Barat masih luas,” beber Ridwan Kamil.

Waktu kerja 2 shift

Buat pekerja kantoran di Jakarta, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta sudah mengatur ketentuan waktu masuk, pulang, dan istirahat selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta Nomor 1363 Tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Perkantoran/Tempat Kerja saat Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

Rapat di kantor
Rapat di kantor. Foto: Pixabay

Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, ada dua pembagian atau sif dalam pengaturan jam masuk kerja dan istirahat. Hal ini bertujuan mencegah penumpukan karyawan di satu kantor.

“Yang work from office (WFO) ini menjadi dua sif. Pertama, kedatangan jam 07.00-16.00 WIB dengan waktu istirahat 11.00-12.00 WIB,” kata Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta Andri Yansyah, beberapa waktu lalu dikutip dari Kompas.com.

Shift kedua dimulai dari jam 09.00-18.00 WIB dengan waktu istirahat 13.00-14.00 WIB. Tujuan pembagian ini untuk mencegah penumpukan karyawan pada satu kantor. Disnaker bakal melakukan sidak ke perusahaan-perusahaan untuk mengecek penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Buat kamu yang sudah mulai ngantor, pastikan tidak melupakan masker, hand sanitizer, perlengkapan makan dan ibadah pribadi serta selalu menjaga jarak, ya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close