Fit

Indonesia masuk jebakan covid, Dr Pandu: Makin susah keluar

Epidemiolog Dokter Pandu Riono mengingatkan Pemerintah bahwa Indonesia saat ini sedang masuk jebakan pandemi covid-19. Dia juga mengatakan fenomena ini akan membuat Indonesia makin susah keluar jika tak mengatasinya dengan cermat.

Apalagi hingga kini sudah Rp1.000 triliun uang negara habis, namun pandemi masih saja terjadi. Lantas, apa maksud Indonesia masuk jebakan covid ini?

Menurut Dr Pandu, apa yang dimaksud Indonesia masuk dalam jebakan pandemi covid ada dalam penanganan pandemic trapped. Indonesia disebut merasa terjebak karena seolah serba salah.

Satu sisi perlu menekan dengan menerapkan PPKM level 4, di satu sisi juga harus memikirkan agar jangan sampai ekonomi nasional kian terpuruk. Inilah yang disebut jebakan tersebut.

Pandu Riono. Foto: Tangkapan Gambar Webinar
Pandu Riono. Foto: Tangkapan Gambar Webinar

“Jadi kita harus berusaha kalau mau menurunkan kasusnya terus menerus. Jangan sampai kemudian kita abai, lalu naik lagi. Karena selama ini Pemerintah belum mempunyai Nasional Responplan, bagaimana menangani pandemi ini supaya betul-betul pandemi ini bisa kita atasi,” kata Pandu di Apa Kabar Indonesia, dikutip Senin 2 Agustus 2021.

Cara Indonesia hadapi jebakan covid

Menurut dia, cara Indonesia mengatasi jebakan covid ini kita harus bergerak mengatasi kasus penularan serendah-rendahnya, semaksimal mungkin, dan terus menerus dipertahankan.

Ini bisa dilakukan dengan tracing yang tinggi, penyebaran vaksin yang tinggi, dan sosialisasi 3 M yang sangat kuat. Cara-cara tersebut dinilai bisa mengimbangi ketatnya PPKM selama ini.

Sehingga jika ada lonjakan nantinya, lonjakannya tersebut dianggap tidak bakal terjadi terlalu tinggi.

“Dengan demikian kita bisa memulihkan ekonomi. Kalau tidak, akan ada lonjakan ketiga nanti yang jauh lebih dahsyat. Kenapa? Karena sekarang adalah situasi di mana virusnya sudah berubah.”

Vaksinasi covid-19 Balai Kota
Vaksinasi covid-19 Balai Kota.

Kata Pandu, walau PPKM level 4 saat ini berhasil menurunkan kasus, tetapi sifatnya hanya sementara. Dia yakin ke depan kasus akan meninggi lagi, dan berulang lagi. Dan ekonomi rakyat serta nasional, makin remuk dibuatnya.

“Kenapa, karena kita tak menggantikan dengan melakukan prilaku 3 M, kemudian testing, pelacakan yang kuat, dan berusaha semaksimal mungkin soal cakupan vaksinasi. Semisal minggu ini akan dilonggarkan lagi, pasti akan mengalami kenaikan lagi, penurunan lagi, kenaikan lagi. Ini yang saya sebut pandemic trapped, karena menurut saya kita belum siap.”

Maka itu, saran dari dia, Indonesia harus keluar dari situasi sekarang ini, melalui kecermatan langkah Pemerintah, agar republik ini betul-betul bisa mengendalikan pandemi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close