Trending

Indonesia mau pakai vaksin China, Politisi PKS: Kok mau jadi kelinci percobaan

Pemerintah belakangan bakal melakukan uji klinis tahap III terhadap vaksin Covid-19 asal China. Indonesia mengaku bakal menggunakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan China, lantaran sejumlah hal.

Di antaranya perkembangannya yang lebih cepat ketimbang kandidat vaksin dari negara lain. Pada dasarnya, vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan akan melalui tahapan uji praklinis, uji klinis fase 1, fase 2, dan fase 3 sebelum mendapatkan ijin edar dari regulator masing-masing negara.

Baca juga: Indonesia pilih vaksin buatan China, PA 212 tak sudi: Mereka komunis

Usai keputusan ini diambil, bukan cuma pihak yang pro terhadap kebijakan tersebut. Namun ada juga barisan kontra, seperti yang dilemparkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kritikan datang dari anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil yang mengaku tak habis pikir, mengapa Indonesia mau menerima uji klinis tahap III vaksin Covid-19 asal China. Sebab dengan begitu, disitat RMOL, akan ada peluang kalau Indonesia bakal jadi kelinci percobaan China.

Vaksin Covid-19 dari Sinovac
Vaksin Covid-19 dari Sinovac . Foto Instagram @siteanotabahia

“Bagi saya pribadi memang, ya bisa saja orang menyebutnya sebagai kelinci percobaan,” ujarnya, Kamis 23 Juli 2020.

Atas hal ini, dia mengaku miris dengan sikap Indonesia yang memilih dijadikan objek vaksin China yang belum teruji itu. Sebab, politisi PKS itu menilai, bisa saja kemungkinan vaksin itu gagal.

“Kan itu trial and error, uji coba namanya. Berarti bisa berhasil dan gagal. Kalau berhasil bagaimana, kalau gagal gimana? Tapi bukan berhasil atau gagal yang kita bicarakan,” tegasnya.

loading...

Karena itu, Nasir pun mempertanyakan alasan pemerintah yang mau menerima Indonesia sebagai uji klinis tahap III. Padahal, kata dia, vaksin itu sendiri malah belum diujicoba di China sendiri. “Tidak ingin rakyatnya dijadikan kelinci percobaan. Seharusnya begitu.

“Di mana nurani presiden? Karena itu mumpung masih ada waktu bisa mengubahlah pendiriannya dan memikirkan ulang,” pungkasnya.

3 Alasan RI pilih vaksin China

Vaksin covid-19 asal China, Sinovac Biotech siap dihadirkan di Indonesia. Vaksin ini sudah masuk tahap ke tiga dan telah diuji terhadap manusia.

Pemerintah pun belakangan mengaku sudah siap melakukan uji klinis terhadap vaksin tersebut. Sebenarnya ada beberapa kandidat vaksin yang dihadirkan selain China.

Sebab Amerika dan Inggris terpantau juga memiliki vaksin buatannya. Lantas, mengapa Pemerintah Indonesia lebih memilih vaksin besutan China?

Menurut Direktur PT Bio Farma, Honesti Basyir, setidaknya ada tiga alasan mengapa Pemerintah Indonesia memilih vaksin covid-19 dari perusahaan China, Sinovac.

Presiden Joko Widodo melihat peralatan medis di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak
Presiden Joko Widodo melihat peralatan medis di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak

Pertama, menurut Honesti, perkembangannya lebih cepat ketimbang kandidat vaksin dari negara lain. Pada dasarnya, vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan akan melalui tahapan uji praklinis, uji klinis fase 1, fase 2, dan fase 3 sebelum mendapatkan ijin edar dari regulator masing-masing negara.

Tetapi, kata dia, saat ini rata-rata perusahaan produsen vaksin dunia baru mencapai tahap uji praklinis ataupun uji klinis fase 1. Sedangkan, Sinovac sudah menyelesaikan uji klinis fase 2.

“Vaksin dari Sinovac termasuk yang paling cepat pengembangannya, saat ini sudah selesai uji klinis tahap 2 dan akan berlanjut ke uji klinis tahap 3,” kata Honesti.

Alasan kedua yang menjadi pertimbangan pemerintah, yakni mempercepat masyarakat untuk hidup kembali normal. Dengan kondisi seperti sekarang ini, pemerintah dirasa perlu untuk bergerak cepat menyediakan vaksin agar kehidupan normal kembali bisa direngkuh lagi.

“Kita butuh akses cepat untuk ketersediaan vaksin karena ini peluang terbaik untuk kembali normal lagi,” ujarnya.

Faktor ketiga, sejalannya dengan kerjasama dengan sejumlah negara yang ikut melakukan pengembangan tahap ketiga vaksin covid-19 asal China itu. Tercatat, bukan cuma Indonesia saja yang memilih menggunakannya. Tetapi juga Brasil, Bangladesh, Chile dan Turki.

Sejauh ini hasil uji praklinis vaksin Sinovac pada hewan sudah memberi hasil yang memenuhi syarat, dan telah dipublikasikan di Journal Science. Dalam uji klinis fase 1 di China memberi hasil aman untuk aspek safety. Uji klinis fase 2 di China memberi hasil imunogenisitas atau khasiat yang baik.

“Indonesia termasuk yang mendapat prioritas dalam kerja sama pengembangannya,” ujar Honesti.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close