Trending

Ngeri! Ketegangan AS-China bisa seret Indonesia, RR bongkar 2 buktinya

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat China, menurut RR (Rizal Ramli) disebut bisa menyeret Indonesia dalam konflik perang tersebut. Dua bukti bahkan diungkap mantan Menko Perekonomiannya ini, soal terseretnya Indonesia dalam ketegangan AS-China tersebut.

Salah satu analisa yang diungkapkan RR soal ketegangan AS-China yakni, kebijakan pemerintah yang dinilai condong ke negeri Tirai Bambu, bisa berdampak pada Indonesia masuk pada geopolitik peperangan yang dilancarakan kedua negara.

Bahkan RR mengaku, pernah mendengarkan pidato Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo di Laos yang memberikan peringatan kepada negara-negra di Asia Tenggara yang memiliki hubungan dengan China. Pidato tersebut menurut RR menjadi kabar yang tidak enak di dengar.

Ekonom senior Rizal Ramli. Foto: Antara.
Ekonom senior Rizal Ramli. Foto: Antara.

Dia bilang hati-hati, beberapa negara di Asia Tenggara sangat dipengaruhi oleh partai komunis. Disebutin namanya (negaranya), termasuk Indonesia. Wah,” ungkap Rizal Ramli menirukan pidato Pompeo.

“Selama ini pemerintah Jokowi menganggap dia diterima, didukung oleh negara-negara besar di dunia. Mohon maaf, pemerintahan Jokowi hanya didukung oleh China. Diakui memang oleh negara lain, tapi kalau saudara lihat seminggu terakhir berita-berita politik ekonomi soal corona dari Australia sangat-sangat negatif terhadap Indonesia,” katanya.

Baca juga: Nasib tragis ritual mistis, biduan dangdut jadi korban mesum

Peryataan tersebut, justru dikhawatirkan Rizal Ramli yang membuat kesimpulan kondisinya akan berdampak pada stabilitas dalam negeri. Terutama dengan adanya ketegangan geopolitik yang akan terjadi di Amerika Serikat.

Donald Trump. Foto: foter.com
Donald Trump. Foto: foter.com

Pemilu AS akan berlangsung panas

Munculnya ketegangan geopolitik antara AS dan China tak lepas dari strategi dan rencana para kandidat presiden yang akan maju di pilpres AS yang berlangsung 3 November 2020 mendatang. Bahkan beberapa pesaing Donald Trump, dari partai Demokrat Joe Biden dikabarkan telah membuat beberapa langkah untuk melawan pemimpin incumbent.

Masih menurut analisa Rizal Ramli, dalam sebuah diskusi virtual yang digelar Political and Public Policy Studies (P3S) bersama PEWARNA Indonesia, dengan tema “Bedah President Election AS”, Sabtu 27 Juni 2020.

Beberapa isu dan wacana bahkan sudah dimainkan, salah satunya terkait rasisme yang telah pecah di AS. Demonstrasi besar-besaran terkait isu rasisme merupakan sejarah setelah 60 tahun di AS.

Presiden AS Donald Trump. Foto: AFP.
Presiden AS Donald Trump. Foto: AFP.

Karena menurut RR, orang-orang AS, utamanya yang tinggal di pedalaman atau pedesaan, khususnya di bagian selatan negara ini, senang dengan sosok presiden yang bergaya koboi alias senang bertengkar. Mantan Menteri Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) era Presiden Abdurrahman Wahid ini memberikan contoh ketika George W Bush berniat duduk kembali sebagai presiden untuk kedua kalinya.

“Waktu Presiden Bush Junior ada masalah macem-macem, ya hajar aja salah satu negara untuk dibom, seperti Irak dan sebagainya. Akhirnya berbalik peta politiknya (unggul dalam pemilu dan menang lagi),” ungkapnya. Lanjut RR, seperti dilansir Rmol strategi atau cara yang digunakan Trump untuk kembali menang tidak kalah mengerikan. Yaitu dengan menumbangkan penguasaan China terhadap negara-negara di Asia.

Baru pertama kali dalam sejarah geopolitik Asia-Pasifik, di tahun 2020 ini Trump seolah bersiap perang melawan China dengan mengirimkan tiga kapal induknya ke Laut China Selatan. Sikap politik AS inilah yang kemudian akan menyeret Indonesia dalam pertarungan politik global AS dalam kurun waktu dekat ini. Karena menurut RR, sepanjang kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat kentara haluan politik negara condong kepada negeri Tirai Bambu.

Meskipun dalam kurun waktu enam tahun ke belakang RI tidak dianggap sebagai hot spot, atau kawasan strategis untuk AS. “Sehabis corona ini Trump akan lebih agresif ributin China.  

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close