Trending

Ini lirik lagu Naik-naik ke Puncak Bogor versi Abu Janda, sindir Ustaz Zainal

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda turut menanggapi hebohnya kasus lagu Naik-naik ke Puncak Gunung yang dianggap sesat Ustaz Zainal Abidin dalam ceramahnya.

Dalam akun Instagram-nya, Abu Janda nampak memparodikan lagu yang disebut-sebut menanam kebencian pada agama Islam ini. Lagu tersebut adalah Naik-naik ke Puncak Gunung yang dia sebut versi halal.

Baca Juga: Ustaz Zainal akhirnya minta maaf: Saya salah soal lagu Balonku, ampuni saya

Dalam pantauan Hops, Senin 15 Juni 2020, video parodi itu dia unggah pada akun Facebook dan Instagramnya, @permadiaktivis2, Minggu 14 Juni 2020.

“Naik Naik ke Puncak Bogor. Lagu halal versi disahihkan,” kata Abu Janda.

Dalam video berdurasi 42 detik itu, Abu Janda menggabungkan cuplikan ceramah Ustaz Zainal soal lagu Naik-naik ke Puncak Gunung dengan lagu parodi Naik-naik ke Puncak Bogor.

Permadi Arya alias Abu Janda. Foto: Ist.
Permadi Arya alias Abu Janda. Foto: Ist.

Di lirik lagu Naik-naik ke Puncak Bogor, Abu Janda menyinggung soal kawin kontrak yang marak terjadi di Puncak.

Berikut lirik lagu Naik-naik ke Puncak Bogor yang dinyanyikan Abu Janda:

Naik-naik ke Puncak Bogor

Ana bisa kawin kontrak

Naik-naik ke Puncak Bogor

Ana bisa kawin kontrak

Kiri kanan ku lihat saja

Banyak tulisan Arab

Kiri kanan ku lihat saja

Banyak tulisan Arab

Alhamdulillah.

Sebelumnya nama Ustaz Zainal Abidin viral di media sosial lantaran konten ceramahnya soal lagu Balonku dan Naik-naik ke Puncak Gunung yang dianggap mengajarkan anak-anak untuk membenci Islam.

Ia mengatakan, lagu anak-anak seperti Balonku dan Naik-naik ke Puncak Gunung menyimpan makna tersembunyi yang menyudutkan agama Islam.

Ustaz Zainal Abidin. Foto: Youtube.
Ustaz Zainal Abidin. Foto: Youtube.

“Banyak yang tidak merasa bahwa sejak TK, anak-anak kecil di Indonesia sudah dilatih untuk benci Islam. Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya. Nah, yang meletus balon apa? Hijau. Hatiku sangat kacau. Tuh, Islam bisanya bikin kacau saja.”

“Apalagi, nyanyi yang jelas-jelas membenarkan ajaran Kristen. Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali. Kiri kanan, kulihat saja, banyak…. pohon apa? Cemara. Padahal di Sumatera banyaknya pohon sawit, kalau di Jawa banyaknya (pohon) pisang.”

“Dan cemara itu pohon impor yang jumlahnya enggak banyak. Lihat, ditanami untuk mencintai pohon cemara, pohon natal. Kita dibiasakan untuk beribadah (seperti orang Kristen),” kata Ustaz Zainal di ceramahnya

Lantaran disorot banyak pihak, Ustaz Zainal pun meminta maaf atas kesilapan tersebut.

Dia berharap video ceramahnya yang dilakukan pada 2018 silam itu dihapus, dan tak lagi diungit-ungkit.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close