Trending

Ini rekam jejak Bripka CS, polisi gondrong yang tembak korbannya bergantian

Publik dibuat geger dengan aksi koboi Bripka CS yang melakukan penembakan brutal terhadap tiga orang sekaligus di sebuah kafe di Cengkareng. Satu korban meninggal, diketahui merupakan anggota TNI AD yakni Pratu RS.

Pratu RS tercatat dari kesatuan Kawal Denma Kostrad. Lantas, publik tentu penasaran bukan, siapa sebenarnya Bripka CS, dan sepak terjangnya? Dalam informasi yang berhasil dihimpun, nama aslinya adalah Cornelius Siahaan. Dia merupakan Polisi yang bertugas di Polsek Kalideres, berpangkat Bripka.

Di Polsek, dia tercatat sebagai anggota Satuan Reskrim alias masuk dalam tim buru sergap (Buser). Dia kerap kali tampil dalam rilis yang dilangsungkan di Polsek tersebut.

Bripka Cs memiliki perawakan bertubuh tambun dan berambut gondorng. Saat kejadian, Bripka Cornelius menggunakan kaos dan celana panjang berwarna hitam.

Bripka Cornelius
Bripka Cornelius foto: Suara.

Dari keterangan yang didapat, Cornelius merupakan anggota Reskrim Polsek Kalideres. Saat ini, ia berpangkat Bripka dan memiliki jabatan sebagai Buser Reskrim. Cornelius telah menikah dan memiliki anak.

Tidak ada yang mengetahui pasti sejak kapan Cornelius bertugas di Polsek Kalideres. Namun, dia pernah ikut serta dalam rilis penangkapan penjahat di Mapolsek Kalideres. Saat itu, Cornelius mengenakan kaus warna biru mendampingi penjahat yang ditangkap timnya.

Tembak korban bergantian

Bripka Cornelius diketahui dalam keadaan mabuk. Dari persitiwa tersebut, ada tiga orang yang menjadi korban tewas. Salah satunya anggota TNI AD yang bernama Pratu RS.

Sementara, kedua korban lagi adalah FSS yang bekerja sebagai waiter dan M sebagai kasir. Salah satu korban yakni H mengalami luka-luka. Ia diketahui manajer dari RM Cafe.

Seperti diketahui, warga di sekitar cafe di kawasan Cengkareng Barat, Jakarta Barat dihebohkan dengan adanya peristiwa dugaan penembakan pada Kamis, 24 Februari sekitar pukul 04.30 WIB.

Adapun, aksi koboi Bripka Cs dimulai saat dirinya bersama seorang teman datang ke kafe dan memesan minuman sekira pukul 02.00 WIB. Di saat itu pula dia mabuk atas aksi minum-minum itu.

Ketika kafe hendak tutup, Bripka CS pun ditagih biaya minuman sebesar Rp3,3 juta. Akan tetapi dia geram, karena merasa terlalu mahal dan tak mau membayar.

Kafe lokasi penembakan Cengkareng. Foto: Antara.
Kafe lokasi penembakan Cengkareng. Foto: Antara.

Alhasil, Bripka Cs lantas terlibat cekcok dan berakhir dengan menembak para korban secara bergantian. Hingga para korbannya termasuk Pratu RS roboh di lokasi penembakan Cengkareng.
Selanjutnya dia kemudian meninggalkan kafe itu sambil menenteng senjata api.

Tak lama, temannya kemudian menjemputnya dan mengamankan ke Polsek Kalideres Jakarta Barat.

Poda Metro bicara soal penembakan Cengkareng

Sementara itu, Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, membenarkan adanya tiga orang korban tewas dalam penembakan brutal di dalam kafe itu.

Informasi yang dihimpun, tiga orang yang meninggal akibat penembakan di Kafe kawasan Cengkareng ini terdiri dari dua orang sipil dan satu orang anggota TNI. Korban yang merupakan anggota TNI AD berinisal RS, yang merangkap sebagai keamanan di sana.

Bukan cuma Kapolres, Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Fadil Imran mengatakan sangat mengutuknya. Bahkan selaku atasan dari pelaku penembakan itu, Kapolda minta maaf kepada keluarga korban termasuk keluarga anggota TNI yang jadi korban.

Kapolda mengatakan tidak akan tinggal diam, tapi akan menindak tegas Bripka CS yang menjadi pelaku peristiwa berdarah di kafe itu.

Di satu sisi, Pangdam Jaya Jayakarta Mayjend TNI Dudung Abdurrahman turut mengeluarkan instruksi untuk jajaran prajurit. Dia meminta agar seluruh prajurit tak terpancing situasi.

Hal itu disampaikan oleh Kapendam Jaya Herwin saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 25 Februari 2021. Kata Herwin, Pangdam Jaya titip pesan agar seluruh prajuritnya tetap menjaga sinergitas antara TNI-Polri.

“Kepada rekan-rekan baik prajurit di lapangan agar tidak terjadi dinamika yang terprovokasi. Kita tetap mengharapkan sinergitas antara TNI-Polri,” kata Herwin.

“Pesan ini disampaikan agar satuan jajaran di bawah Kodam Jaya maupun yang ada di Jakarta tidak membuat isu-isu yang dapat merusak stabilitas keamanan di ibu kota.

Kemudian kedua, pesan Pangdam Jaya bahwa ke depan mungkin akan lebih diperketat patroli bersama Garnisun dan Polda Metro Jaya untuk mengurangi tindakan yang merugikan nama institusi TNI AD pada khususnya,” ujar Herwin.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close