Trending

Intelijen AS: Ternyata virus corona muncul secara alami, bukan dari lab China

Pernyataan terbaru disampaikan Pentagon terkait asal mula virus corona. Menurut Ketua Kepala Staf Gabungan (CJCS) Amerika Serikat, Jenderal Mark Milley, dari bukti yang mereka kantongi, kemungkinan besar virus corona bukan berasal dari bocornya lab di Wuhan, China, seperti yang diperkirakan banyak orang.

Sebaliknya, virus corona yang telah membunuh 127 ribu orang secara global ini disebut muncul secara alami. Kata perwira militer paling senior di AS itu, ini merupakan fakta yang ditemukan badan-badan intelijen AS yang telah menyelidiki apakah virus corona mungkin bocor dari lab China di Wuhan.

Baca Juga: China mulai panik lagi, kasus coronanya naik drastis tembus segini

Pasukan militer AS. Foto: Dok Antara.
Pasukan militer AS. Foto: Dok Antara.

Kepada wartawan, Mark lalu menyampaikan penilaian awal yang menunjukkan virus corona tampaknya merupakan peristiwa alami yang timbul dari penularan hewan ke manusia, bukan dari lab Wuhan.

“Kami telah mempelajari hal itu dan kami memiliki banyak badan intelijen yang memperhatikan hal itu,” kata Jenderal Milley seperti disitat WashingtonTimes, Kamis 16 April 2020.

“Saya hanya mengatakan, pada titik ini, sejumlah bukti tampaknya menunjukkan kalau virus ini muncul secara alami. Tapi kami tidak tahu pasti.”

Pernyataan jenderal bintang empat itu merupakan yang pertama kalinya dilontarkan seorang pejabat senior pemerintah Amerika, yang secara terbuka mengangkat prospek bahwa virus corona itu mungkin bukan berasal dari lab Wuhan.

Ungkapan Mark sekaligus mematahkan terbitan Washington Post yang sebelumnya menerbitkan sebuah opini kalau Institut Virologi Wuhan telah melakukan percobaan berisiko pada kelelawar pada 2018 lalu.

Apa yang disampaikan Jenderal Mark juga senada dengan ahli medis top AS, Brigadir Jenderal Paul Freidrichs. Dia sebelumnya juga dengan lantang menyebut kalau virus ini bukan dari laboratorium China.

Lab Wuhan disalahkan

Sebelum ungkapan Jenderal Mark disampaikan ke publik, banyak pihak memang terus menyudutkan China, kalau mereka lah biang kerok dari segala pandemi ini. Salah satunya dengan dikaitkannya konspirasi jika China tengah menguji coba virus pada kelelawar.

Setidaknya ungkapan ini disampaikan Kolumnis Josh Rogin dalam sebuah tulisan. Kata dia, suatu waktu, dia pernah memperoleh korespondensi dari diplomat AS yang mengunjungi laboratorium di Wuhan, dan khawatir tentang kelelawar yang bakal mengirimkan virus (corona) ke manusia.

Warga China hadapi pandemi corona. Foto: Antara.
Warga China hadapi pandemi corona. Foto: Antara.

“Penelitian menunjukkan bahwa virus corona seperti SARS dan dapat berinteraksi dengan ACE2, reseptor manusia yang diidentifikasi untuk coronavirus SARS. Temuan ini menunjukkan bahwa virus corona dapat ditularkan dari kelelawar ke manusia untuk menyebabkan penyakit seperti SARS,” demikian bunyi kabel diplomatik ketika itu yang sampai ke telinga Josh Rogin.

Senator AS Tom Cotton lalu berspekulasi pada Februari lalu kalau virus yang terkait dengan laboratorium Wuhan terletak tak jauh dari “pasar basah”, tempat yang semula diduga sebagai asal mula virus.

Sementara tudingan Tom, langsung dibantah Beijing. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lijian Zhao pada bulan lalu justru balik curiga bahwa biang kerok semua ini adalah datang dari AS sendiri.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close