Unik

Tak selalu buruk, intip kelebihan tanaman ganja di dunia medis

Ganja atau mariyuana berasal dari tanaman bernama Cannabis sativa, tanaman ganja sendiri lebih sering dikenal sebagai tanaman psikotropika yang dilarang dan disalahgunakan.

Tanaman ini memiliki berbagai kandungan bahan kimia berbeda yang disebut dengan Cannabinoid atau dikenal dengan nama THC. Senyawa THC tersebut, memiliki efek samping yang berbeda-beda, tergantung dari besaran dosis dan jenis bahan yang digunakan.

Di tengah kehadiran tanaman ganja yang dianggap kontroversi dan masuk dalam jenis narkoba (narkotika, obat dan bahan berbahaya), namun tidak sedikit pula negara yang mulai melegalkannya, baik dikonsumsi secara medis maupun non medis.

Siapa sangka, dibalik kontrovesi ganja tersebut, terdapat sejumlah manfaat luar biasa bagi kesehatan manusia yang diakui di dunia kesehatan. narkotika, obat dan bahan berbahaya. Dilansir dari hellosehat.com, ini dia 5 manfaat ganja secara medis.

1. Mencegah Glaukoma

Glaukoma merupakan salah satu penyakit yang terjadi pada indera lihat atau mata. Efek dari penyakit ini sangat beragam, mulai dari meningkatkan tekanan pada bola mata, merusak saraf optik, hingga yang paling buruk dapat membuat seseorang buta permanen. Sebuah penelitian yang dilakukan National Eye Institute di awal tahun 1970, pihaknya melaporkan bahwa ganja dapat menurunkan intraocular pressure (IOP) atau tekanan bola mata pada seseorang dengan tekanan normal maupun glaukoma. Zat yang terdapat pada ganja tersebut, diyakini bisa memperlambat proses terjadinya serangan penyakit glaukoma dan secara tidak langsung dapat mencegah kebutaan permanen.

Baca juga: Ini yang terjadi pada paru-paru kamu jika kelamaan gunakan masker

2. Meningkatkan kapasitas paru-paru

Menurut sebuah studi di tahun 2012, dalam Journal of the American Medical Association menyebutkan ganja tidak merusak paru-paru, justru bahan ini bisa meningkatkan daya tampung udara ketika bernafas. Dalam jurnal itu, peneliti mengambil sampel sebanyak 5.115 orang dewasa selama dua puluh tahun. Hasilnya, perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.

Tanaman ganja bisa mengobati sakit pinggang Foto:Hellosehat

3. Mencegah kejang epilepsi

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Robert J DeLorenzo dari Universitas Virginia pada tahun 2003, ia menemukan adanya manfaat ganja yang mampu mencegah kejang-kejang yang disebabkan oleh penyakit epilepsi. Dalam penelitiannya itu, ia melaukan ujicoba kepada seekor tikus yang terjangkit epilepsi. Hasilnya pun mengejutkan, ekstrak yang dihasilkan ganja mampu mengontrol tikus yang sudah kejang selama 10 jam. Zat yang dihasilkan tanaman ini, menahan reaksi sel otak responsif sehingga bisa mengendalikan rangsangan relaksasi.

4. Mematikan sel kanker

Pada tahun 2007, sejumlah peneliti dari California Pacific Medical Center, San Francisco melaporkan temuaannya tentang khasiat ganja yang dipercaya dapat mematikan sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh manusia. Penelitian itu membuktikan, bahwa kandungan cannabidiol pada ganja dapat menghentikan penyebaran kanker dan bisa mematikan gen id-1. Selain itu, ganja juga dinilai bermanfaat dalam melawan efek samping paska kemoterapi seperti mual bahkan muntah.

Ilustrasi tanaman ganja untuk kesehatan

5. Mengatasi masalah kejiwaan

Clinical Psychology Review membuktikan mariyuana dapat menyembuhkan masalah kesehatan jiwa tertentu. Dalam penelitian itu, mariyuana dianggap mampu menghilangkan depresi pasca trauma. Namun tanaman ini bukan obat yang tepat untuk mengobati gangguan biopolar dan psikosis. Seseorang penderita penyakit itu akan semakin parah bila terkena zat aktif pada ganja.

6. Meredam nyeri kronis

National Academies of Sciences, Engineering, and Medicines membeberkan sebuah fakta unik, yakni ganja dipercaya dapat mengatasi rasa sakit kronis. Zat tertentu pada tanaman ini kerap digunakan dalam dunia medis. Alasannya, kandungan Cannabinoid pada ganja bisa menghilangkan rasa nyeri. Dilansir dari Harvard Health Publishing, tanaman yang satu ini bisa meringankan rasa sakit akibat multiple sklerosis, nyeri saraf, dan sindrom iritasi usus. (Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close