Trending

Cegah mati konyol karena corona, Iran bebaskan 85 ribu tahanan

Virus corona yang kian mengganas di Iran membuat pemerintah di sana memutuskan untuk bebaskan 85 ribu tahanan. Hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan kemanusiaan.

Pengumuman keputusan pembebasan 85 ribu tahanan ini disampaikan Menteri Kehakiman Iran, Gholamhossein Esmaili. Para tahanan yang di-bebaskan Iran, kata dia, adalah tahanan terkait keamanan. Tahanan politik juga dilaporkan termasuk di antara merek yang dibebaskan.

Baca Juga: Drastis, pasien corona RI tembus 172, Yuri: Bakal terus bertambah

Namun tidak jelas, apakah Nazanin Zaghari-Ratcliffe, warga negara Inggris yang ditahan di Iran sejak 2016, termasuk di antara mereka.

“50 persen dari mereka yang dibebaskan adalah tahanan terkait keamanan. Di penjara kami juga telah mengambil tindakan pencegahan untuk menghadapi wabah corona,” tutur Esmaili disitat Business Insider, Selasa malam, 17 Maret 2020.

Esmaili kemudian menjelaskan, kondisi di dalam penjara-penjara di Iran dilaporkan kian memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Banyak tahanan yang melaporkan sejumlah besar kematian akibat virus corona di dalam sel akibat banyaknya orang yang penuh sesak, sehingga penularan dapat dengan cepat terjadi.

Akibatnya diputuskanlah oleh Pemerintah Iran, mem-bebaskan 85 ribu tahanan mereka karena alasan kemanusiaan.

Di Iran sendiri, hingga Senin kemarin, pasien positif corona di sana telah menembus angka 14 ribu orang. Sementara pasien meninggal tercatat sekira 853 orang.

loading...

Mereka yang telah meninggal termasuk para pemimpin agama, termasuk Ayatollah Hashem Bathayi Golpayegani, meninggal dua hari setelah tertular virus.

Menurut pemerintah, Iran bebaskan 85 ribu tahanan ini akan dilakukan secara bertahap, di mana sejumlah tahanan politik turut akan dilaporkan bebas segera pada pekan ini.

Korban terus berjatuhan

Seperti diketahui, jumlah korban meninggal akibat corona di Iran sudah tembus 853 orang. Dari sekian banyak, Iran melaporkan 129 korban meninggal terjadi pada Senin lalu, 16 Maret 2020.

“Selama 24 jam kami menemukan ada 1.053 kasus infeksi baru virus Corona dan 129 orang meninggal,” kata Alireza, pejabat kesehatan Iran seperti disitat Reuters.

Atas hal ini Iran kemudian meminta para warga untuk menghentikan aktivitas di luar ruangan dan tinggal di rumah masing-masing. Ini penting dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

Sementara di Italia, kejadian genting juga tak kalah terlihat. Italia merupakan negara dengan wabah virus Corona terbanyak setelah China. Jumlah warga yang terinfeksi mencapai 24.747 orang dan 1.809 orang meninggal akibat infeksi ini.

Baca Juga: Bupati Bogor tegas ogah tutup wisata Puncak: Warga mau makan apa?

Pemerintah Italia menyatakan siap menggelontorkan dana stimulus tambahan untuk membantu perusahaan dan bisnis yang terdampak wabah virus Corona ini.

“Langkah stimulus yang telah disepakati tidak mencukupi. Kerusakan akan serius dan menyebar. Rencana rekonstruksi ekonomi dibutuhkan,” kata Giuseppe Conte kepada harian Corriere della Sera.

Menurut Conte, wabah virus Corona membuat kondisi berubah total. “Kita bakal harus duduk dan menulis ulang aturan perdagangan dan pasar bebas,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close