Trending

Istri diisolasi Covid-19, eks anggota DPRD cabuli anaknya

Mantan anggota DPRD Nusa Tenggara Barat berinisial AA ditangkap kepolisian Mataram karena diduga cabuli anak kandungnya dari istri kedua. Mantan anggota DPRD itu cabuli anaknya saat sang istri sedang diisolasi karena Covid-19.

Pelaku kini sudah ditangkap dan ditetapkan statusnya menjadi tersangka. Penyidik kepolisian Mataram menjerat tersangka AA dengan berbagai pasal asusila dan terancam penjara 20 tahun.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Rabu, mengatakan pria berusia 65 tahun yang sudah lima periode sebagai anggota legislatif ini ditangkap berdasarkan adanya laporan korban.

“Karena korbannya ini adalah anak kandungnya sendiri, jadi yang bersangkutan kami amankan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat merugikan banyak pihak,” kata Kadek Adi soal anggota DPRD cabuli anaknya dikutip dari Antara, Kamis 21 Januari 2021.

Kepolisian kini, ujar Kadek Adi masih melakukan penyelesaian alat bukti yang menguatkan dugaan laporan perbuatan asusila tersebut. Penanganannya di bawah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram.

“Kalau sudah alat buktinya sudah rampung, kami akan gelar perkara, baru tentukan sangkaan pasal pidananya seperti apa,” ujarnya.

Kronologi eks anggota DPRD cabuli anaknya

Ilustrasi pelecehan seksual.
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: BBC

Korban yang merupakan anak kandung terlapor dari istri keduanya ini adalah seorang perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Dia melaporkan ayah kandungnya ke Mapolresta Mataram karena perbuatan tidak senonoh yang dialaminya pada 18 Januari 2021.

Kepada polisi, korban mengaku perbuatan itu terjadi ketika ibu kandungnya sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit karena terjangkit Covid-19.

Keterangan korban pun, kata Kadek Adi, telah dikuatkan dengan dokumen dari rumah sakit terkait visum luar di bagian kelamin korban.

“Jadi dari cek medis, ada luka robek baru tidak beraturan pada kelamin korban,” ucap dia.

Tersangka terancam 20 tahun penjara

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa
Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa. Foto Antara/Dhimas B.P.)

Mantan anggota DPRD itu kini ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila terhadap anak kandungnya.

“Berdasarkan hasil gelar perkara, kini yang bersangkutan kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Rabu.

Dari hasil gelar perkara, kata Kadek Adi, perbuatan yang diduga dilakukan AA telah memenuhi unsur Pasal 82 Ayat 2 Perppu 1/2016 jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kami terapkan ayat 2 karena yang bersangkutan ini adalah ayah kandung korban, sehingga ada tambahan sepertiga ancaman hukuman dari pidana pokoknya,” ujar dia.

Sesuai sangkaan pidananya, AA yang sudah lima periode menjabat sebagai anggota legislatif ini terancam pidana 20 tahun penjara.

Salah satu alat bukti yang menguatkan AA sebagai tersangka adalah hasil visum luar alat kelamin korban. Dalam catatan medis korban, menurut dia, terdapat luka baru dengan bentuk yang tidak beraturan pada alat kelamin. Begitu juga pada bagian payudara korban.

“Jadi kuat dugaan ada upaya paksa yang dilakukan pelaku terhadap korban,” ucapnya.

Korban yang merupakan anak kandung terlapor dari istri keduanya ini adalah seorang perempuan yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Dalam laporannya di Mapolresta Mataram, korban mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh dari ayah kandungnya pada 18 Januari 2021.

Kepada polisi, korban mengaku perbuatan itu terjadi ketika ibu kandungnya sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit karena terjangkit Covid-19.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close