Trending

Terima bocoran, istri Yoris: Pembunuh Tuti-Amel usianya masih 25 tahun

Istri Yoris Raja Amanullah, Yanti Jubaedah kembali bicara mengenai kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang, Jawa Barat. Bahkan, yang terbaru, dia mendapat petunjuk mengenai siapa pelaku yang membunuh korban.

Petunjuk tersebut Yanti terima melalui suatu mimpi di malam hari. Pada suatu ketika, Amalia alias Amel masuk ke dalam bunga tidurnya dan mengajaknya berbicara. Pertama-tama, menurut penuturuan Yanti, Amel bercerita mengenai hubungannya dengan kekasihnya.

Muslima Fest

Setelah itu, masih melalui mimpi, Amel bicara mengenai sosok yang tega merenggut nyawanya. Kata dia, pembunuh yang saat ini masih dicari-cari polisi masih muda, yakni berkisar 25 tahun.

“Dia (Amel) ngasih tahu, katanya pembunuhnya umurnya antara 24-25 tahun,” ujar Yanti saat berkisah mengenai mimpinya, dikutip Hops, Jumat 15 Oktober 2021.

Makam Tuti dan Amel. Foto Ist.
Makam Tuti dan Amel. Foto Ist.

Sayangnya, saat Amel berkata demikian, Yanti langsung tersadar dan bangun dari tidurnya. Sehingga, melalui mimpi tersebut, dia tak sempat ‘bertanya’ siapa pelaku sebenarnya.

“Masih muda, udah gitu aja, langsung keburu kebangun,” terangnya.

Istri Yoris berharap polisi temukan pembunuh Tuti Amel

Sebelumnya, Yanti mengaku heran, mengapa hingga kini pelaku pembunuhan belum juga ditemukan. Padahal, kondisi tersebut membuat pihak keluarga resah dan mulai muncul rasa takut.

“Kenapa sih pelakunya belum tertangkap? Saya juga sangat takut, karena apa ya… Yoris itu tinggal satu-satunya (keluarga) yang tersisa. Jadi mamah, Amel kan udah dibunuh, Yoris tinggal satu-satunya,” tegasnya.

Tuti Suhartini (kiri) dan Amalia Mustika Ratu atau Amel (kanan)
Tuti Suhartini (kiri) dan Amalia Mustika Ratu atau Amel (kanan). Foto Facebook Ruru Haku So

Bukan hanya Yoris, Yanti secara personal juga mengaku tak nyaman dengan proses pemeriksaan yang berkepanjangan. Dia khawatir, saat tertidur, dia dan suaminya mengalami perlakuan yang serupa, yakni dihabisi nyawanya.

“Jadi saya merasa tidak nyaman dan merasa terancam. Saya juga takut kalau tidur, takutnya apa? Takut dibunuh kayak gitu. Saya enggak tahu ya motifnya itu seperti apa,” kata Yanti.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close