Trending

Jokowi disebut bakal maju 3 periode, Iwan Fals malah ajukan Ahok jadi Presiden

Iwan Fals menyebut Ahok bahkan Rocky Gerung punya kesempatan, sedangkan Jokowi hanya bisa jadi Wakil Presiden jika maju 3 periode.

Wacana soal pilpres 2024 belakangana mulai mengemuka. Timbul anggapan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal kembali maju di pilpres 2024 ini.

Hal itu ditanggapi oleh musisi senior Iwan Fals. Ia menyikapi anggapan soal desakan Jokowi untuk kembali maju di Pilpres 2024 dan memimpin selama 3 periode.

Sosok Iwan Fals. Foto: Instagram
Sosok Iwan Fals. Foto: Instagram

Lewat laman Twitternya, Iwan Fals menilai bisa saja isu itu terlaksana namun sesuai mekanisme, Jokowi hanya bisa maju sebagai Wakil Presiden.

“Eng ing eng…hmm kan cuma boleh 2 kali ya, tapi kalu maju jadi Wakil Presiden boleh nggak,” tulis Iwan Fals di akun twitternya, minggu 21 Februari 2021.

Lebih lanjut, penyanyi lagu ‘Bento’ ini menganggap jika Jokowi benar-benar maju sebagai wakil presiden, maka Iwan Fals beranggapan bahwa Ahok atau Basuki Tjahja Purnama cocok jadi presidennya.

Ternyata itu hanyalah sindiran Iwan, ia berkelakar jika Ahok bisa jadi presiden, maka Rocky Gerung juga bisa jadi presiden.

“Cari presidennya siapa gitu, Ahok atau Rocky Gerung umpamanya,” katanya.

Sebelumnya, isu soal Jokowi yang bakal maju kembali di Pilpres 2024, pertama kali dihembuskan oleh kader Partai Gerindra, Arif Poyuono.

Namun, Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, peluang itu tidak mungkin ada. Sebab, jika mengacu pada konstitusi. Mantan gubernur DKI Jakarta itu sudah menjabat sebagai presiden sebanyak dua periode.

“Jadi, tidak mungkin maju lagi, karena konstitusi (UUD 1945) membatasi presiden dengan dua periode jabatan. Masyarakat juga ingin mengubah keadaan dengan Pemilu 2024 nanti,” ujar Ujang dikutip Suara, beberapa waktu lalu.

Komisaris Pertamina, Ahok bersama Presiden Jokowi
Komisaris Pertamina, Ahok bersama Presiden Jokowi. Foto Instagram @basukibtp

Dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini menyebut bahwa Jokowi hanya bisa maju sebagai calon presiden, jika dilakukan amandemen terhadap UUD 1945.

“Terutama pasal yang mengatur pembatasan presiden satu periode dan dapat dipilih kembali pada periode berikutnya, kalau itu bisa diubah, Jokowi bisa saja maju lagi,” ucapnya.

Tak cuma mengomentari tentang Pilpres 2024, Iwan juga beberapa waktu lalu menyentil Jokowi dan fenomena buzzer yang mengemuka belakangan ini.

Musisi yang terkenal aktif menyuarakan lagu-lagu krtitik terhadap pemerintah di era Orde Baru ini, juga melayangkan sindiran lewat akun Twitter pribadinya.

Iwan Fals merespons pemberitaan mengenai ekonom Kwik Kian Gie yang mengaku takut menyampaikan pendapat berbeda atau berlawanan dengan pemerintah saat ini.

“Iya ya jaman dulu belum ada internet, jadi belum ada buzzer, lancar2 aja ngritik, tapi klo sekarang, yg dikritik mah nyantai2 aja tapi temen2nya itu. lo… wihwihwihwihwiiihhh..,” tulis Iwan di laman twitternya pada Selasa 9 Februari 2021.

Ungkapan Iwan Fals memicu reaksi warganet, mereka menilai di masa orde baru atau di masa Pemerintahan Soeharto hampir sama dengan zaman sekarang. Kritik pada pemerintah sekarang kerap berujung pada urusan hukum.

“Efek makan nasi di istana bang Iwan jadi kaya kerupuk kena air.” ujar seorang warganet.

“Baik yg pro maupun kontra sama² ganas om, yg ditengah² jadi ikutan repot dituduh bela sana bela sini,” ujar warganet.

“Kalau kadrun sdh lenyap buzzer ikut hilang bang,” ujar warganet.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close