Trending

Pantas dianjurin jadi obat Covid-19, ternyata Ivermectin diduga bekingannya sosok besar ini

Ivermectin belakangan jadi perbincangan hangat publik, usai diklaim sebagai obat yang dianjurkan untuk pasien Covid-19. Bersamaan dengan itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap bahwa Ivermectin diduga mendapat bekingan dari sejumlah sosok besar yang berkuasa di Indonesia.

Adapun ICW mengungkapkan keterlibatan jejaring bisnis dan politik dari PT Harsen Laboratories, selaku perusahaan yang memproduksi ivermectin.

Peneliti Korupsi Politik ICW, Egi Primayogha menjelaskan, jejaring ini menunjukkan dugaan adanya upaya bagi sejumlah pihak yang mencari keuntungan di tengah krisis pandemi lewat relasi politik.

“Gambarannya adalah ada sebuah perusahaan mencoba mencari keuntungan dan dia menjalin relasi dengan berbagai pihak, di antaranya adalah politisi dan pejabat publik,” ujar Egi dalam diskusi daring, dikutp Hops dari Tempo pada Jumat, 23 Juli 2021.

Rupiah sebagai mata uang resmi milik Republik Indonesia. Foto: Antara
Ilustrasi bisnis. Foto: Antara | Pantas dianjurin jadi obat Covid-19, ternyata Ivermectin bekingannya sosok besar ini

Setidaknya dalam periode kurun waktu Juni hingga Juli 2021, ICW menelusuri jejaring politik dan bisnis ini melalui berbagai sumber, mulai dari pemberitaan media, akta perusahaan, dan sumber lainnya.

Dalam berbagai penulusuran tersebut, ICW telah menemukan tiga temuan penting dari penelusuran ini, yakni kaitan antara PT Harsen Laboratories dengan politikus PDI Perjuangan dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Pihaknya pun memaparkan, PT Harsen Laboratories itu sendiri memiliki jejaring bisnis dengan perusahaan-perusahaan lain. Direktur dan komisaris PT Harsen, Harjoseno dan Runi Adianti, terafiliasi dengan PT Seruni Mekar Jaya yang bergerak di bidang pariwisata.

Menurut Egi, nama pasangan suami istri tersebut juga ditemukan dalam dokumen Panama Papers. Mereka terhubung dengan Unix Capital Limited, perusahaan cangkang yang terdaftar di British Virgin Island. Selain itu, nama para pengurus dan pemilik saham PT Harsen ini juga tertera di PT Sentra Sukses Kencana.

Selanjutnya ada nama Sofia Koswara sebagai Wakil Presiden PT Harsen Laboratories. Kendati namanya tak tertera dalam akta perusahaan PT Harsen, Egi mengatakan Sofia memegang peran sentral dalam menjalin relasi dengan berbagai pihak.

Sofia berhubungan dengan Front Line Covid-19 Clinical Care (FLCCC). Dia merupakan Ketua FLCCC Indonesia. Adapun salah satu anggota FLCCC adalah Budhi Antariksa, tim uji klinis ivermectin sekaligus anggota tim dokter kepresidenan.

Diduga melibatkan keluarga KSP Moeldoko

Egi melanjutkan, Sofia juga tercatat sebagai direktur dan pemilik saham PT Noorpay Perkasa. Menurut Egi, saham terbesar PT Noorpay dimiliki oleh Joanina Rachman, anak dari Kepala Staf Presiden Moeldoko.

“Joanina juga sebagai tenaga khusus atau tenaga ahli di KSP,” kata Egi.

Menurut sejumlah pemberitaan, pada Februari 2020 lalu Moeldoko mengatakan putrinya magang di KSP tanpa mendapat upah atau fasilitas lainnya.

Egi mengatakan Moeldoko juga ditengarai terhubung dengan Sofia Koswara melalui kerja sama Noorpay dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyangkut ekspor beras. Mantan Panglima TNI tersebut merupakan ketua umum HKTI.

Diduga politisi PDIP juga berperan

PDI Perjuangan
PDI Perjuangan. Foto Instagram @pdiperjuangan

Selain itu, ICW juga menyoroti hubungan PT Harsen dan politikus PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning.

Egi mengungkit nama Riyo Kristian Utomo, yang sebelumnya sempat berbicara sebagai Direktur Pemasaran PT Harsen.

Riyo berbicara di publik ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merazia pabrik PT Harsen.

Namun ketika polemik ivermectin menguat, PT Harsen mengeluarkan pernyataan bahwa Riyo bukan pengurus perusahaan. Apa yang telah disampaikan Riyo juga disebut bukan pernyataan resmi perseroan.

“Kenapa PT Harsen harus repot-repot untuk mengklarifikasi Riyo bukan bagian dari mereka? Ternyata Riyo adalah anak kandung dari Ribka Tjiptaning, politikus PDIP dan anggota DPR,” kata Egi.

PT Harsen juga diduga pernah memberikan sumbangan sembako dan alat-alat kesehatan kepada Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), organisasi sayap PDIP yang diketuai Ribka. Hal ini diketahui dari sebuah video amatir yang didapat ICW.

“Tentu ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana peran Ribka dalam hal ivermectin dan lebih jauh apakah ada peran PDIP,” ujar Egi.

Kendati begitu, Ribka mengatakan tidak mengenal PT Harsen. Namun, ia mengatakan kemungkinan anaknya memang mengenal perusahaan tersebut.

Bahkan, Ribka mengakui Baguna pernah menerima bantuan dari perusahaan tersebut lewat anaknya pada tahun lalu. Bantuan yang diterima, kata dia, berupa face shield dan hand sanitizer.   

Moeldoko membantah anaknya terlibat

Menanggapi hal terseubut, Moeldoko buka suara terkait tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) kepada dirinya mengenai bisnis obat Invermectin.

Kepala Staf Kepresidenan mengatakan bahwa tudingan tersebut ngawur dan menyesatkan.

“Itu tuduhan ngawur dan menyesatkan,” kata Moeldoko melalui pesan tertulisnya, dikutip Hops pada Jumat, 23 Juli 2021.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close