Fit

Jadi penyebab kematian Fera Queen, kenali 4 gejala kanker payudara

Kematian penyanyi jebolan X Factor Indonesia, Fera Queen X Factor, cukup mengejutkan. Penyanyi berusia 35 tahun ini dikabarkan meninggal dunia karena kanker payudara. Karena itu penting memahami soal gejala kanker payudara.

Kabar kematian penyanyi bernama asli Ferawati itu diumumkan lewat unggahan di akun Instagram miliknya, “Innalillahiwainnailaihiraajiun. Telah berpulang Fera Queen,” tulis pengumuman duka di akun Fera.

Baca juga: Sebelum meninggal Fera Queen pernah tak didukung bernyanyi

Dalam unggahan tersebut, pihak manajemen dan keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang telah memberikan dukungan kepada fera.

Saat dihubungi, adik Fera Queen yakni Iman Firmansyah mengatakan bahwa Fera Queen meninggal dunia pada Selasa, 14 April 2020. Fera Queen meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, akibat penyakit kanker payudara.

“Meninggal kemarin jam 15.30 WIB. Penyebab cancer payudara dari 5 tahun lalu,” ucap Iman melalui pesan singkat, dilasir dari laman VIVA.co.id pada Rabu, 15 April 2020.

Fera Queen
Fera Queen Photo: Instagram

Wanita kelahiran tahun 1985 itu tampil di Audisi X Factor season pertama dan membawakan lagu lawas berjudul Duh Emen yang dinyanyikan Lucky Yosie.

Fera yang mengidolakan band cranberries itu langsung memukau Achmad Dani, Bebi Romeo, dan Rossa yang menjadi juri saat itu. Meski kala itu ia lulus audisi, namun Fera hanya bertahan hingga 24 besar.

Baca juga: Kesha Ratuliu idap tumor payudara, begitu juga 3 artis cantik ini

Kanker payudara jadi momok mengerikan bagi wanita

Bagi wanita, kanker payudara merupakan momok. Pasalnya kanker payudara merupakan kanker yang paling serong diidap wanita setelah serviks.

Pada kanker payudaara, sel kanker biasanya tumbuh menyerang jaringan payudara, misalnya saluran air susu, lobulus (kelenjar penghasil susu), juga jaringan penunjang lainnya.

Laman Healthline menyebut, meski mematikan namun hingga kini penyebab pasti kanker payudara belum diketahui. Para ahli mendiagnosis penyakit ini muncul karena kerusakan sel dan perubahan sifat genetik pada jaringan payudara.

Selain genetik, pemicu meningkatnya risiko kanker biasanya karena buruknya gaya hidup seseorang meliputi kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, obesitas hingga gangguan hormon. Lalu bagaimana gejala awalnya?

Gejala ringan kanker payudara

Penting sekali memahami gejala kanker payudara untuk antisipasi agar tidak terlambat menanganinya. Berikut ini 4 gejala ringan kanker payudara yang sering diabaikan.

1.Puting terasa nyeri

Biasanya payudara dan puting akan terasanya nyeri jika mendekati waktu-waktu datang bulan, namun itu juga bisa jadi tanda munculnya kanker payudara stadium 1. Nyeri puting biasanya disertai dengan perubahan di areola. Mungkin juga keluar cairan tidak normal dari puting atau puting melesak ke dalam.

2.Warna kulit payudara berubah

Banyak yang menyalah artikan perubahan warna kulit dengan munculnya infeksi. Padahal, jika Anda tidak yakin dengan benjolan yang muncul di dalam payudara, perubahan warna kulit sudah cukup untuk membuat Anda lebih waspada.

Pada tahap ini, kulit payudara akan menjadi kemerahan seperti terjadi iritasi, tekstur dan warna kulit seperti kulit jeruk, dan permukaan kulit area payudara yang terkena kanker tampak berlekuk-lekuk, serta terjadi penebalan kulit.

3.Munculnya benjolan di payudara

Benjolan pada payudara merupakan salah satu pertanda awal munculnya kanker payudara. Benjolan ini tidak selalu terasa sakit.

Meski demikian, tidak semua benjolan yang muncul pada payudara bersifat kanker. Benjolan ini dapat teraba saat Anda melakukan pemeriksaan pribadi di rumah.

4.Muncul benjolan pada ketiak

Meski disebut kanker payudara, bukan berarti benjolan di bawah ketiak yang Anda temui tidak ada hubungannya dengan kanker ini.

Jaringan payudara meluas hingga di bawah ketiak. Inilah mengapa kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening di bawah ketiak.

Agar lebih mudah melakukan diagnosos sendiri di rumah, kamu juga bisa lakukan deteksi sendiri dengan metode SEDARI (Periksa Payudara Sendiri).

Selain baik dilaakukan setiap bulan, SEDARI juga mampu membuat kamu lebih waspada akan munculnya kanker payudara. Waktu terbaik melakukan SADARI adalah seminggu setelah menstruasi berakhir. Langkah-langkah lakukan SEDARI bisa kamu lakukan di tautan ini.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close