Trending

Tokoh sekuler Turki Kemal Ataturk jadi nama jalan di Jakarta, wakil Anies dulu bilang siap bantu lho

Usulan bapak bangsa Turki, Mustafa Kemal Ataturk jadi nama jalan di DKI Jakarta sedang jadi polemik lho. Yang mengkritik, merasa Kemal adalah tokoh diktator sekuler yang memisahkan agama di Turki di masa lalu. Makanya nggak pantas jadi nama jalan di DKI Jakarta.

Nah penamaan jalan Kemal Ataturk sebagai nama salah satu jalan di DKI Jakarta ini bukan tiba-tiba. Penamaan ini merupakan bagian kerja sama pemerintah Indonesia dengan Turki. Bagaimana sih awal mulanya penamaan jalan ini?

Muslima Fest

Awal mula tokoh Turki Jalan Kemal Ataturk

Buat informasi kamu Sobat Hopers yang belum tahu ya, jadi pemerintah Indonesia dengan pemerintah Turki itu ada kerjasama bilateral, salah satu wujudnya adalah saling tukar penamaan jalan tokoh bangsa di masing-masing negara lho.

Dubes Turki, Lalu MUhammad Iqbal dan Wagub DKI Jakarta, Ariza Patria
Dubes Turki, Lalu MUhammad Iqbal dan Wagub DKI Jakarta, Ariza Patria pada April 2021. Foto Facebook Ariza Patria

Turki sudah memulainya dengan menamakan jalan di depan KBRI Ankara dengan Jalan Ahmed Soekarno, salah satu bapak pendiri bangsa Indonesia.

Nah sebagai balasannya, pemerintah Indonesia pun siap menamakan salah satu jalan di Ibu Kota dengan nama bapak bangsa Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Malahan persiapan penamaan jalan di DKI Jakarta diganti dengan nama bapak bangsa Turki ini sudah dibicarakan antara Dubes Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal dengan Pemprov DKI Jakarta pada April lalu.

Dalam pertemuan itu, wakil Anies Baswedan, Ariza Patria menegaskan Pemprov DKI Jakarta siap membantu memfasilitasi pengubahan nama salah satu jalan di DKI Jakarta dengan nama bapak bangsa Turki.

Pada pertemuan itu, disepakati jalan yang akan diubah dengan nama bapak bangsa Turki itu adalah salah satu jalan di Menteng, Jakarta Pusat.

Seusai pertemuan pada April lalu, Wakil Anies itu memosting komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk pengubahan nama jalan yang dimaksud.

“Kami menerima Duta Besar Indonesia untuk Republik Turki, Bapak Lalu Muhammad Iqbal. Pak Dubes menyampaikan keinginan untuk mengganti nama jalan yang terletak di dekat kantor KBRI Ankara, menjadi Jalan Soekarno. Pemerintah Turki sudah menyetujui perubahan nama jalan tersebut dengan beberapa persyaratan, salah satunya ingin ada jalan di Jakarta diberi nama salah satu tokoh mereka,” tulis Aria dalam postinganya di media sosial, 29 April 2021.

Saat itu, Wakil Anies itu menyambut baik kerja sama ini. Apalagi Pemorov DKI Jakarta juga terbuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Turki dalam bidang infrastruktur dan kesehatan gitu Sobat Hopers.

“Kami menyambut baik keinginan tersebut dan kami akan membantu persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan. Ini tentu sebuah kolaborasi yang baik dan bersejarah,” kata Aria.

Pada pertemuan April lalu, Wakil Anies belum menyebutkan nama tokoh Turki siapa yang akan dipilih jadi nama jalan di Jakarta.

Belakangan Muhammad Iqbal menyampaikan nama tokoh Turki yang dimaksud adalah bapak bangsa Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Dubes Turki itu mengungkapkan pula, nantinya Jalan Kemal Ataturk akan diresmikan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang akan melawat ke Indonesia pada awal 2022. Kementerian Luar Negeri sedang mengatur jadwal kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia.

Nama jalan diprotes sana sini

Nah setelah muncul nama Mustafa Kemal Ataturk jadi jalan di DKI Jakarta, banyak yang potes tuh. Alasannya Kemal Ataturk kan telah menyingkirkan agama di Turki kala itu.

Dai muda, Hilmi Firdausi protes penamaan jalan Kemal Ataturk di Jakarta.

Pengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Pengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Foto: Antara/M Risyal Hidayat

“Sy menolak nama tokoh sekuler ini dijadikan nama jln di Jkrta. Org ini sgt dibenci muslimin krn seorg diktator, merubah masjid jd museum, menutup skolah2 agama, mengganti adzan, melarang jilbab dll. Tdk adakah tokoh lain ? Mhn hargai perasaan ummat Islam,” tulis dia.

Nah bagaimana ya respons Pemorov DKI Jakarta soal nama Kemal Ataturk jadi nama jalan di Menteng ini ya?

Kalau April lalu siap menyatakan membantu, dengan adanya protes di masyarakat, bagaimana ya sikap Pemrov DKI Jakarta ini?

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close