Trending

Jangan pilih-pilih vaksin, AstraZeneca masih dipakai juga kok di negara ini

Kasus kematian dua orang usai divaksin AstraZeneca berimbas pada ketakutan masyarakat di Indonesia untuk disuntikkan vaksin merek ini. Namun demikian, vaksin ini masih digunakan di beberapa negara di Indonesia.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak “tebang pilih” jenis vaksin yang kini diedarkan pemerintah di masyarakat, sebab Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan seluruhnya aman.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Siti Nadia Tarmizi mengatakan untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi sebanyak 181 juta target sasaran di Indonesia, dibutuhkan ketersediaan sekitar 426 juta dosis vaksin.

Jumlah tersebut, kata Siti Nadia, tentunya tidak akan sanggup dipenuhi oleh satu produsen vaksin saja. Bahkan, negara di dunia juga harus bersaing ketat memperoleh pasokan vaksin untuk penduduk mereka.

“Pada awalnya Indonesia memperoleh vaksin Sinovac, kemudian pada akhir Maret dan awal April 2021 kita kedatangan vaksin AstraZeneca dan Juni atau Juli 2021 dijadwalkan akan datang lagi vaksin lain seperti Novavax dan Pfizer,” tutur Siti Nadia seperti dikutip dari Antaranews.com, Selasa (18/5/2021).

Siti Nadia mengatakan pemerintah akan menamakan seluruh vaksin tersebut sebagai vaksin Covid-19, sehingga tidak lagi berbasis pada produsen. WHO, kata Siti Nadia, menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca aman dan efektif untuk melindungi orang dari risiko Covid-19 yang sangat serius, termasuk kematian, rawat inap, dan penyakit parah.

“Kami sebut semua ini sebagai vaksin Covid-19,” ujar Nadia.

ilustrasi vaksinasi. foto: Ist
ilustrasi vaksinasi. foto: Ist

Penggunaan AstraZeneca di negara lain

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama menyampaikan perkembangan terbaru penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca di enam negara tetangga Indonesia.

Tjandra memaparkan, Pemerintah Malaysia menyediakan beberapa jenis vaksin untuk rakyatnya, yaitu vaksin Pfizer, AstraZeneca, Sinovac, CanSinoBio dan Gamaleya .

Sementara Pemerintah Singapura pada Maret 2021 menyampaikan bahwa “Health Sciences Authority (HSA)” mereka sedang dalam komunikasi dengan berbagai perusahaan termasuk AstraZeneca tentang kemungkinan penggunaannya di negara itu.

“Sekarang ini Singapura menggunakan vaksin Pfizer dan juga Moderna, sama seperti yang digunakan di Amerika Serikat,” ujar Tjandra Yoga.

Sedangkan di Thailand, kata Tjandra, “Food and Drug Administration” atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Thailand telah memberi persetujuan perusahaan “Siam Bioscience” di negara itu untuk memproduksi vaksin COVID-19 AstraZeneca, sejak April 2021.

Diharapkan pada Juni 2021 hasil produksi dalam negerinya sudah akan dapat diberikan ke Pemerintah Thailand. “Seperti diketahui bahwa Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha sudah disuntik vaksin AstraZeneca pada 16 Maret 2021,” kata Tjandra.

Negara berikutnya adalah Filipina. “Pada 8 Mei 2021 Filipina menerima lebih dari 2 juta dosis vaksin AstraZeneca dari COVAX facility, dimana saya adalah salah seorang dari 12 anggota ‘Independent Allocation Vaccine Group (IAVG)’-nya. Ini adalah kiriman ke dua yang diterima Filipina, sebelumnya sekitar setengah juta sudah diterima pada Maret 2021,” papar Tjandra.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close